AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin serius memperluas akses pendidikan tinggi bagi warganya. Setelah sukses menjalankan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk jenjang S1, Pemprov kini tengah mematangkan program beasiswa strata dua (S2) yang digadang-gadang sebagai “LPDP versi Jakarta”.
Program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 dan diproyeksikan mengakomodasi sedikitnya 100 warga Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkap bahwa program beasiswa ini akan mengikuti konsep Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) milik Kementerian Keuangan RI.
Ia menjelaskan bahwa realisasi program sangat bergantung pada ketersediaan anggaran APBD. “Bakal disesuaikan dengan ketersediaan anggaran APBD,” ujarnya, dilansir dari Website Berita Resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Rabu (26/11).
Baca Juga: Spesifikasi Realme CS85 Pro, HP dengan Rating IP69 Pro Pertama di Indonesia
Rano menambahkan, Gubernur Pramono Anung ingin membuka jenjang beasiswa yang lebih tinggi, bukan hanya S1 seperti KJMU, tetapi juga S2 bahkan S3.
Tujuannya adalah menciptakan SDM unggul yang mampu bersaing dalam lingkungan global. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, turut menegaskan bahwa rancangan beasiswa S2 ini masih dalam proses finalisasi.
Saat ini Pemprov sedang membahas detail penting seperti daftar kampus tujuan, jurusan yang diprioritaskan, serta mekanisme seleksi. “Rencana alokasi untuk 100 orang, tapi ini masih proses karena tergantung ketersediaan anggaran,” jelasnya.
Di sisi lain, Gubernur Pramono Anung sebelumnya telah mengonfirmasi melalui pernyataannya di media bahwa Jakarta sedang menyiapkan beasiswa fully funded ke luar negeri untuk 100 mahasiswa bertalenta.
Mereka yang lolos tidak hanya mendapatkan biaya pendidikan penuh, tetapi juga biaya hidup serta fasilitas pendukung sehingga dapat fokus sepenuhnya pada studi.
Program ini dirancang sebagai lanjutan dari KJMU dan ditujukan terutama bagi anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Dengan membuka kesempatan kuliah di luar negeri, Pemprov berharap generasi Jakarta memiliki wawasan global serta pengalaman internasional yang memperkaya perspektif mereka.
“Yang penting adalah proses interaksi supaya wawasannya bisa melihat persoalan dunia,” tutur Pramono. Setelah menyelesaikan studi, para penerima beasiswa diharapkan kembali ke Jakarta untuk mengabdi.
Baca Juga: KAI Buka Program Angkutan Motor Gratis Selama Libur Nataru, Catat Tanggalnya
Mereka akan diarahkan bekerja di berbagai sektor, seperti BUMD, PJLP, ASN, atau instansi pemerintahan lainnya, sehingga kontribusi mereka dapat langsung dirasakan masyarakat.
Dengan persiapan matang dan target yang jelas, LPDP versi Jakarta ini berpotensi menjadi salah satu program pendidikan paling prestisius di tingkat daerah, membuka jalan bagi talenta muda Jakarta untuk menembus panggung dunia.***
Share this article
Pemprov DKI Jakarta siapkan beasiswa “LPDP Jakarta” untuk 100 warga mulai 2026. Program fully funded S2 luar negeri ini jadi lanjutan KJMU dan menyasar anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu