AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta sekolah di Jakarta untuk mengajarkan tentang budaya Betawi kepada para siswa.
Langkah ini dinilai penting sebagai upaya pelestarian identitas dan kearifan lokal di tengah pesatnya perkembangan kota metropolitan.
Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan ekonomi nasional, tetapi juga memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat.
Oleh sebab itu, generasi muda perlu dikenalkan sejak dini pada nilai-nilai, tradisi, dan kesenian Betawi agar tidak tergerus modernisasi.
Baca Juga: Amati Hilal di 37 Titik, Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 2026 Digelar Kemenang Besok
"Sebenarnya enggak adil kalau kemudian kita di Jakarta tidak ada pendidikan muatan lokal Betawi," ujar Pramono.
Untuk merealisasikan langkah ini, Pramono akan menyampaikannya kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Pram juga akan menyusun dan mempersiapkan rencana ini bersama komunitas masyarakat Betawi.
Menurutnya, dengan langkah ini generasi muda diharapkan dapat lebih mengenal tokoh-tokoh serta kebudayaan Betawi secara mendalam.
Bahkan, ia juga menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta untuk menyusun buku khusus tentang budaya Betawi.
Buku tersebut akan berisi mengenai sejarah hingga informasi lengkap terkait tokoh-tokoh penting dari Betawi.
Rencana Pramono ini mendapat dukungan dari Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo.
Fauzi mengatakan rencana tersebut memang sudah dipikirkan dan telah dibentuk konsepnya oleh Lembaga Kebudayaan Betawi yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jakarta.
Baca Juga: Semarak Imlek Jakarta, 16-17 Februari 2026 di Sisi Selatan Silang Monas, Catat Jadwal dan Hiburannya
"Nanti dengan dorongan Pak Gubernur ini kita akan 'speed up', kita akan percepat supaya itu menjadi bagian dari kurikulum pendidikan di sekolah dasar dan sekolah menengah di Jakarta," katanya.***
Share this article
Menurut Pramono Anung, dengan langkah ini generasi muda diharapkan dapat lebih mengenal tokoh-tokoh serta kebudayaan Betawi secara mendalam.