AYOJAKARTA.COM - Beberapa waktu lalu atau tepatnya pada akhir Maret 2024, PT Freeport Indonesia membuka program magang untuk periode Juni - Agustus 2024.
Program magang tersebut terbuka bagi mahasiswa aktif program D4/S1/S2 dari berbagai jurusan.
Peserta magang akan menerapkan ilmu dan pengetahuan yang telah mereka pelajari di bangku kuliah dalam proyek-proyek nyata di perusahaan.
Baca Juga: Tes Psikologi Apakah Kamu Sosok Master Empati, Jawab 10 Pertanyaan Berikut Ini, Ya atau Tidak!
Program Magang Freeport Indonesia dilaksanakan selama tiga bulan dengan penerimaan peserta dilakukan dua kali dalam setahun.
Beberapa manfaat yang akan diterima oleh peserta Program Magang antara lain:
Peserta akan menerima uang saku sebagai penggantian atas kontribusi dan waktu yang mereka berikan selama menjalani program magang.
Freeport Indonesia akan menyediakan tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi selama program berlangsung, serta makan 3 kali sehari bagi peserta yang ditempatkan di wilayah Papua. Hal ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan peserta selama menjalani program.
Peserta yang ditempatkan di wilayah Papua juga akan mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai, memastikan bahwa mereka dapat menjalani program magang dengan kondisi fisik dan mental yang optimal.
Setelah berhasil menyelesaikan program magang, peserta akan menerima sertifikat sebagai pengakuan atas partisipasi dan kontribusi mereka selama menjalani program.
Dari ribuan mahasiswa yang melamar untuk magang di Freeport, terdapat salah satu mahasiswa Universitas Airlangga yang lolos dalam program tersebut.
Dikutip dari situs resmi Unair, mahasiswa tersebut adalah Firman Cahyo Nugroho. Dia merupakan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) angkatan 2020.
Firman menjadi satu di antara 80 mahasiswa yang berhasil lolos magang di Freeport. Sedangkan yang mendaftar mencapai 3,630 mahasiswa.
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Waspadai Makan Emosional yang Bikin Orang Stres Makin Gendut
Artinya setiap mahasiswa yang lolos magang di Freeport "berhasil" mengalahkan 45 pesaing lainya atau pendek kata tingkat persaingannya 1 berbanding 45.
Sesuai dengan jurusannnya, Firman ditempatkan di divisi mining safety, tepatnya di section industrial hygiene dan occupational health.
Dia terlibat aktif dalam berbagai proyek penting yang menyangkut aspek fisik dan biologis di lingkungan kerja.
Salah satu proyek yang dijalani oleh Firman adalah review guideline fisik dan biologi, di mana ia turut berkontribusi dalam meninjau dan memperbaharui pedoman yang berkaitan dengan aspek tersebut.
Selain itu, Firman juga terlibat dalam pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pengukuran mikrobiologi dan kualitas udara.
Ia juga turut serta dalam pengambilan sampel untuk mengevaluasi kadar pajanan pekerja terhadap berbagai faktor lingkungan seperti kebisingan, debu, dan fume.
Firman menjelaskan dia mendapatkan kesempatan luar biasa terlibat dalam proyek review guideline fisik dan biologi di PTFI.
"Saya juga ikut mengembangkan SOP pengukuran mikrobiologi di udara dan kualitas udara dalam ruangan dan mengikuti kegiatan sampling terkait kondisi lingkungan di PTFI," ungkap Firman dengan antusias.
Namun, tantangan tak terhindarkan bagi Firman, terutama saat berada di daerah highland, di mana kantor tempatnya bertugas berlokasi di ketinggian 2.200 meter.
Mulai dari cuaca yang berubah-ubah hingga kontur tanah yang berbatu menjadi ujian bagi keberadaannya di sana.
"Bahkan untuk makan saja membutuhkan effort yang lumayan untuk jalan," ujar Firman mengenang awalnya.
Meskipun demikian, Firman tidak menyerah begitu saja. Dengan tekad yang kuat, ia secara perlahan mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat magangnya.
Apalagi, dengan adanya fasilitas dan dukungan yang diberikan oleh Freeport Indonesia, Firman dapat fokus pada pengembangan diri dan tugas-tugasnya selama menjalani program magang.
Pastinya banyak mahasiswa yang ingin magang di Freeport seperti Firman.
Lalu apa kiatnya?
Firman secara terbuka membagikan kiat sukses lolos magang di Freeport.
Dalam keterangannya, Firman menekankan pentingnya pengalaman dan pengembangan diri untuk meningkatkan peluang lolos seleksi magang di perusahaan besar seperti PTFI.
"Kunci utamanya adalah adalah pengalaman. Semakin banyak pengalaman yang kamu miliki, semakin besar peluang untuk diterima," ujar Firman.
Bagi mahasiswa semester awal, Firman menyarankan untuk memulai dari hal-hal kecil seperti kepanitiaan internal kampus atau organisasi mahasiswa. Hal ini akan membantu mereka mengembangkan berbagai soft skill yang dicari oleh PTFI, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, teamwork, dan problem solving.
"PTFI mencari talenta dengan soft skill mumpuni. Usahakan selalu upgrade diri. Contohnya berani untuk jadi koordinator atau salah satu petinggi di organisasi internal," pesan Firman.
Selain pengalaman dan soft skill, Firman juga menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum mengikuti seleksi magang. Ia menyarankan para pelamar untuk mempelajari profil perusahaan, memahami visi dan misi perusahaan, serta mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan selama proses interview.
"Persiapan yang matang itu penting. Pelajari profil PTFI, pahami visi dan misi perusahaan, dan persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan interview," ujar Firman.
Dengan mengikuti tips dan trik dari Firman, diharapkan para mahasiswa yang ingin mengikuti program magang di PTFI dapat meningkatkan peluang mereka untuk lolos seleksi dan mendapatkan pengalaman berharga di salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia.***

Share this article
Firman Cahyo Nugroho Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga berhasil lolos magang di Freeport Indonesia