AYOJAKARTA.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi mengeluarkan label Nutri Level, Selasa (21.4).
Label Nutri Level ini digunakan sebagai pengingat berapa jumlah gula yang ada di dalam setiap minuman cepat saji.
"Sekarang, saya resmi keluarin label Nutri-Level untuk menjelaskan berapa gula yang ada di dalam setiap minuman, liat sendiri kan gulanya bisa sebanyak apa? Terutama yang biasa kalian minum dan memberikan after taste “kok manis banget ya"," ujar Budi dikutip melalui akun Instagram @bgsadikin.
Dalam video yang diunggah, Budi lantas mencontohkan pada minuman matcha.

Gula dalam minuman kemasan itu adalah 50 gram.
"Ini adalah batas konsumsi gula sehari untuk orang dewasa loh," katanya.
Ia pun mengatakan jika para konsumen sudah minum minuman mactha ini, maka sudah tidak bisa mengkonsumsi gula lagi dari makanan atau minuman lain dalam sehari.
"Inget ga waktu kuliah? Ngga ada yang mau dapet nilai D kan? Semuanya pasti pengen dapet nilai A. Jadi masa sih kamu masih mau aja minum minuman yang Nutri-Levelnya D?" kelakarnya.

Menurut Budi, saat ini penjual minuman kemasan sangat penting untuk memasang label Nutri Level ini.
Hal ini dilakukan agar pembeli bisa tersindir dan tersadar.
Ia pun tidak menyangka bahwa satu gelas matcha yang rasanya manis banget, isinya adalah tiga sampai empat sendok makan gula atau setara 50 gram.
"Makanya penting banget kan untuk pasang label Nutri Level di setiap minuman siap saji biar kalian tersindir dan tersadar," cetusnya.
Ia lantas menginformasikan level A-D seperti:

Level A: tidak ada pemanis tambahan, contohnya Americano.
Level B: minuman yang ditambah gula alami seperti gula pasir, contoh teh manis.
Level C dan D: manis atau tidak manis, ada pemanis buatannya.
Budi pun tidak merekomendasikan minuman level C dan D untuk dikonsumsi setiap hari.
"Kalau kalian tetap mau minum ini, minta ke baristanya yang less sweet ya. Kalian setuju nggak semua minuman siap saji ditempelin Nutri Level seperti ini?," tutup Budi dalam videonya.***

Share this article
Label Nutri Level ini digunakan sebagai pengingat berapa jumlah gula yang ada di dalam setiap minuman cepat saji.