AYOJAKARTA.COM – Monkeypox atau Mpox saat ini masih menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
Pasalnya, Kementerian Sosial telah mengumumkan bahwa terdapat 88 kasus Mpox yang terkonfirmasi di Indonesia.
Dikutip dari laman dinkes.jakarta.go.id pada Jumat (30/8/2024), Mpox adalah penyakit zoonosis yang artinya ditularkan dari hewan ke manusia.
Manusia yang terpapar penyakit ini bisa menularkannya ke manusia lain dengan cara kontak erat dengan seseorang yang mengidap Mpox.
Penyebaran Mpox bisa melalui kontak langsung dengan mulut, percikan air liur atau cairan hidung, atau melalui aerosol jarak pendek.
Penyakit ini bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung selama 2 hingga 4 minggu.
Baca Juga: Terkuak Alasan Anies Baswedan Tidak Maju di Pilkada Jawa Barat 2024
Meski begitu, penyakit ini juga bisa berkembang menjadi lebih berat dan mengancam nyawa.
Oleh karena itu, penting agar masyarakat Indonesia mewaspadai gejala Mpox.
Seseorang yang terpapar Mpox biasanya akan muncul berbagai gejala berupa demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, lemas, punggung terasa sakit, hingga pembengkakan kelenjar getah bening baik di leher, ketiak, maupun selangkangan.
Selain itu, gejala lainnya yang juga akibat terpapar Mpox adalah munculnya ruam atau lesi kulit.
Baca Juga: Gagal Maju Pilkada Jakarta 2024, Anies Baswedan Sampaikan Ini ke para Calon Kepala Daerah
Ruam biasanya muncul dalam satu hingga tiga hari sejak demam dan berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, hingga mengeras dan rontok.
Munculnya ruam biasanya tidak hanya pada tubuh, tetapi juga wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.
Bahkan, ruam juga bisa muncul di daerah tubuh lainnya seperti di mulut, alat kelamin, hingga mata.
Gejala Mpox biasanya berlangsung selama 2 hingga 4 minggu dan biasanya akan sembuh sendiri.
Meski begitu, pada beberapa individu Mpox dapat menyebabkan komplikasi medis hingga kematian.
Orang yang menderita penyakit penurunan kekebalan tubuh beresiko mengalami gejala Mpox yang lebih serius.
Dengan memahami gejala Mpox, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif untuk mengurangi resiko terpapar penyakit ini.
Jika kamu memiliki gejala Mpox segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan.
Share this article
Penyebaran Mpox bisa melalui kontak langsung dengan mulut, percikan air liur atau cairan hidung, atau melalui aerosol jarak pendek.