AYOJAKARTA.COM -- Depresi dan gangguan jiwa sering kali dianggap remeh atau disalahpahami.
Dalam penjelasannya, Dokter Tirta mengungkap beberapa fakta penting yang bisa membuka mata kita mengenai kompleksitas gangguan kejiwaan ini.
Simak ulasannya dalam poin-poin berikut:
1. Depresi Bisa Menyebabkan Hilangnya Kesadaran
Penderita depresi tidak hanya mengalami rasa sedih yang mendalam, tetapi juga bisa kehilangan kesadaran terhadap dirinya sendiri, waktu, dan lingkungan sekitar.
2. Halusinasi Bisa Menyertai Depresi
Depresi berat dapat menimbulkan halusinasi audio (suara) dan visual (penglihatan). Penderitanya mungkin melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata, yang hanya bisa dirasakan oleh mereka sendiri.
3. Sering Dianggap Kerasukan Karena Gejalanya
Karena gejala halusinasi ini, tak jarang penderita depresi disalahartikan mengalami "kerasukan". Padahal, ini adalah gejala gangguan mental yang harus ditangani secara medis.
4. Realitas yang Dirasakan Bisa Berbeda
Orang dengan gangguan depresi bisa mengalami realitas yang sangat berbeda dibanding orang sehat. Mereka sulit menyesuaikan diri dengan waktu, tempat, dan situasi emosional.
Baca Juga: 8 Obat Herbal Alami! Cara Ampuh Atasi Masuk Angin Tanpa Obat Kimia
5. Kurangnya Kesadaran Diri Menandakan Gangguan Lebih Berat
Semakin banyak ketidaksadaran diri—seperti tidak tahu siapa dirinya, di mana, atau kapan—semakin tinggi kemungkinan gangguan jiwa yang serius.
6. Jangan Sebut Mereka “Gila”
Dokter Tirta menekankan pentingnya menggunakan istilah yang tepat. Alih-alih menyebut “gila”, sebutlah ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) karena banyak dari mereka tidak sepenuhnya sadar akan kondisinya.
7. Self-Diagnose Bisa Memicu Gangguan Mental
Mudahnya mengakses informasi membuat banyak orang melakukan diagnosa sendiri. Padahal, self-diagnose tanpa dasar medis yang tepat bisa memicu gangguan mental pada orang yang awalnya sehat.
Baca Juga: 7 Laptop Intel Core i7 Terjangkau di 2025 dengan Performa Premium Tanpa Menguras Kantong
8. Jarak antara Harapan dan Kenyataan adalah Kunci
Dokter Tirta menyebut perbedaan besar antara harapan dan kenyataan sebagai penyebab utama depresi. Saat harapan tak sejalan dengan realita, tekanan mental bisa meningkat drastis.
Daripada menebak-nebak kondisi mental sendiri, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan psikiater atau profesional kesehatan mental lainnya. Mereka memiliki pengetahuan yang tepat untuk membantu tanpa menghakimi.

Share this article
Dalam penjelasannya, Dokter Tirta mengungkap beberapa fakta penting yang bisa membuka mata kita mengenai kompleksitas gangguan kejiwaan ini.