AYOJAKARTA.COM – Dalam spektrum yang berbeda, seseorang dengan gangguan Depresi menurut Dokter Tirta dapat mengalami berbagai corak ketidak-sadaran.
Bukan hanya tidak memiliki kesadaran yang utuh, Dokter Tirta juga menyebut seorang penderita Depresi dapat mengalami berbagai jenis halusinasi.
Selain halusinasi yang bersifat audio atau suara, seseorang dengan kondisi Depresi menurut Dokter Tirta juga dapat menciptakan sosok secara visual.
Karena hanya dapat didengar atau dilihat oleh orang yang mengalami gangguan, tidak jarang penderita depresi justru dianggap mengalami kerasukan.
Bagi penderita dengan gangguan kesehatan depresi, realitas yang ditempati bisa saja berbeda jauh dengan orang normal di sekitarnya .
Melalui kesadaran penuh, seseorang tanpa gangguan depresi dapat dengan mudah mengetahui kondisi diri, perubahan waktu, tempat dan berbagai transisi.
Sementara bagi orang dengan gangguan depresi, selain tidak mengalami keterhubungan ingatan juga kurang bisa menempatkan emosi.
Baca Juga: Inilah Senyawa dalam Makanan Sehari-hari yang Diam-diam Meningkatkan Kolesterol LDL Kamu
Semakin banyak seseorang tidak bisa menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan kesadaran diri, potensi gangguan kejiwaan akan kian besar.
Tidak mengherankan jika kemudian orang dengan gangguan depresi atau mengalami masalah pada bagian hormon di otak, terkadang bersikap mengabaikan aturan norma.
Mengalami berbagai macam perbedaan tingkat kesadaran, orang dengan gangguan psikis tetap merupakan manusia sehingga perlu dihargai dan diperlakukan selayaknya manusia.
“Jadi kita jangan sebut mereka gila, kita menyebutnya Orang Dengan Gangguan Jiwa; karena bisa jadi mereka tidak sadar akan dirinya,” jelas Dokter Tirta.
Depresi, menurut Dokter Tirta merupakan salah satu jenis gangguan pada jiwa yang dapat dikategorikan mayor.
Selain disebabkan karena berbagai macam tekanan, penyebab terjadinya depresi pada seseorang juga bisa diakibatkan karena mudahnya mengakses berbagai informasi.
Dengan melakukan pencarian informasi secara mandiri, tidak sedikit penderita gangguan jiwa yang justru mengawalinya karena Self Diagnose atau mendiagnosa diri sendiri.
Kesalahan melakukan identifikasi mengenai kesehatan mental, dapat mengakibatkan orang sehat mengalami gangguan jiwa.
“Padahal penyakit gangguan kejiwaan, semakin meyakini punya gangguan kejiwaan akan semakin mengarah ke gangguan jiwa beneran,” tegasnya.
Terkait dengan penyebab utama terjadinya gangguan depresi dan kejiwaan, Dokter Tirta menyebut karena rentang antara Harapan dengan Kenyataan yang berjauhan.
Semakin dekat jarak antara harapan dengan kenyataan, kecenderungan jiwa manusia akan merasakan kebahagiaan dan hal serupa berlaku sebaliknya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kekeliruan dalam melakukan diagnosa diri, cara terbaik menghindari depresi atau gangguan kejiwaan lainnya adalah dengan berkonsultasi.
Memiliki berbagai pengetahuan yang mencukupi sesuai dengan aspek kejiwaan pada manusia, berkonsultasi dengan Psikiater adalah langkah terbaik.

Share this article
Bukan hanya tidak memiliki kesadaran utuh, Dokter Tirta menyebut seorang penderita Depresi dapat mengalami berbagai jenis halusinasi.