AYOJAKARTA.COM - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia (PD) U-20.
Ia ikut memberikan tanggapan atas gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah PD U-20.
Ia menyebut kemampuan untuk menjaga komitmen masih lemah.
Menurutnya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia merupakan momen yang jarang dan sulit untuk didapatkan kembali.
Belum tentu akan datang lagi 20 atau 30 tahun yang akan datang sehingga menjadi momen langka.
Dalam tanggapannya, Jusuf Kalla atau yang biasa dipanggil JK ini juga menyoroti komitmen penyelenggaraan Piala Dunia yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah.
Jusuf Kalla juga mengatakan bahwa dicabutnya status tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA karena masalah komitmen dan hilangnya kepercayaan.
Batalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tidak lain karena Indonesia dinilai tidak bisa menjaga komitmen dan kepercayaan FIFA.
Ia menyebut bahwa tidak ada cara lain untuk menjaga kepercayaan selain dengan memenuhi komitmen yang sebelumnya sudah dijanjikan.
“Pembelajaran kita semua untuk tetap menjaga komitmen, karena masalahnya masalah komitmen,” ujarnya dikutip ayojakara.com melalui YouTube KOMPASTV, Minggu (2/4/2023).
“Udah teken semua soal komitmen, terus tarik. Hilang semua trust (kepercayaan),” imbuhnya.
Baca Juga: Timnas Sepak Bola U-20 Indonesia Dibubarkan, Wakil Ketua Umum PSSI Sempat Minta Ini ke Shin Tae Yong
Menurutnya apa yang dikhawatirkan oleh FIFA adalah karena ada beberapa gubernur yang berbeda pendapat terkait penyelenggaraan Piala Dunia U-20 padahal sudah disetujui sebelumnya.
Ia pun merasa heran masih ada Kepala Daerah yang menolak kebijakan Pemerintah Pusat terutama terkait dengan penyelenggaraan Piala Dunia U-20.
Padahal persiapan Indonesia menjadi tuan rumah sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.
“Itu salah satu, kalau pusat sudah menentukan kemudian dibantah dari daerah tentu akan dinilai oleh masyarakat adanya tidak kesepakatan atau ketidakdisiplinan dari bawah,” ujar Jusuf Kalla dikutip ayojakarta.com dari YouTube METRO TV, Minggu (2/4/2023).
“Tentu begitu, apapun kejadiannya kalau gubernur menetapkan ini kemudian bupati menolak, ini juga bupatinya tidak disiplin seperti itu,” sambungnya.
Mantan Wakil Presiden Indonesia ini menyoroti sikap gubernur tersebut karena Presiden Joko Widodo sudah menjamin tidak adanya diskriminasi ketika Timnas Israel berlaga di PD U-20.
Namun terjadi penolakan yang bisa menyebabkan masyarakat bingung apalagi FIFA pastinya juga akan merasakan hal yang sama.
Menurutnya adanya penolakan dari gubernur membuat keamanan menjadi agak terganggu dan hal ini menjadi salah satu alasan FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah PD U-20.
“Memang aneh memang, pemerintah pusat Bapak Presiden mengizinkan tapi gubernur tidak mengizinkan, ini tentu FIFA bingung yang mana pemerintah di Indonesia,” ungkap JK.
“Nah sehingga, kalau gubernur tidak setuju tentu keamanannya agak terganggu. Saya pikir salah satu alasan seperti itu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menceritakan proses perjalanan Indonesia meraih kepercayaan dari FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Menurutnya semua berawal dari kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games.
Baru kemudian Indonesia melamar menjadi pelaksana Olimpiade dan penyelenggara World Cup.
Namun menurutnya setelah diberikan kepercayaan oleh FIFA, kini kepercayaan tersebut malah dirusak.***

Share this article
Berikut tanggapan Jusuf Kalla terkait Indonesia yang batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA.