AYOJAKARTA.COM – Pasca Bertemu dengan Presdien FIFA, Gianni Infantino di Doha Qatar, Erick Thohir langsung bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi, Erick Thohir langsung mengadakan konferensi pers pada Jumat, 31 April 2023.
Dalam konferensi pers tersebut, Presiden Jokowi meminta Erick Thohir untuk langsung membuka pembicaraan kembali dengan FIFA terkait sanksi yang akan diterima oleh Indonesia.
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Sekretariat Kabiner RI pada Sabtu (1/4), Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut mengungkapkan bahwa ia tidak mengharapkan FIFA menjatuhkan sanksi terberat.
Ia menjelaskan bahwa sanksi terberat yang dijatuhkan FIFA dapat berupa banned atau dikucilkan dari semua kompetisi yang diselenggarakan oleh FIFA
“Sanksi terberat tentu ini yang kita tidak harapkan, kalau kita tidak bisa ikut kompetisi secara maksimal di seluruh dunia, sebagai tim nasional maupun sebagai klub,” jelas Erick Thohir.
Erick menambahkan bahwa apabila Indonesia dikenai sanksi terberat berupa banned maka hal tersebut menjadi kemunduran dari sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Sadar Anaknya Sudah Kelewatan, Rafael Alun Trisambodo Minta Mario Dandy Jadi Sahabatnya David Ozora
”Ini akan menjadi sebuah kemunduran bagi sepakbola Indonesia,” katanya.
Sebelumnya pada tahun 2015, Indonesia pernah dihukum oleh FIFA karena adanya intervensi dari pemerintah.
Dalam sanksi tersebut, FIFA mencabut keanggotaan PSSI sebagai federasi sepak bola Indonesia.
Bukan hanya itu, FIFA juga melarang Timnas maupun klub sepak bola di Indonesia untuk mengikuti kompetisi internasional dibawah naungan FIFA dan AFC.
Baca Juga: Bukan April Mop! Agensi Lee Do Hyun dan Lim JI Yeon Konfirmasi Keduanya Berpacaran, Congrats!
Selain itu, FIFA juga melarang setiap anggota dan official PSSI untuk mengikuti program pengembangan, latihan, ataupun kursus yang diselenggarakan oleh FIFA dan AFC.
Ketum PSSI tersebut tidak mengharapkan Indonesia kembali dikenai hukuman terberat dari FIFA.
Erick menilai bahwa apabila Indonesia di banned oleh FIFA maka akan mengganggu banyak sekali orang yang mencari nafkah dari sepak bola.
“Saya rasa itu yang tidak kita harapkan, karena apalagi mata pencaharian di sepakbola ini kan bisa sekonyong-konyong hanya dilihat ini dan itu tetapi turunannya banyak sekali yang namanya industry olahraga sepakbola,” kata Erick Thohir.
Baca Juga: CPNS 2023 Dibuka Hari Ini? Cek Syarat Lengkap, Cara dan Link Daftar Melalui Laman sscasn.bkn.go.id
Selain sanksi terberat, Erick juga menyebutkan bahwa ada juga sanksi ringan berupa sanksi administrasi atau pergantian.
Untuk sanksi yang akan dijatuhkan FIFA kepada Indonesia, Erick mengatakan belum mengetahui hal tersebut.
Dia hanya berharap bahwa Indonesia tidak mendapatkan sanksi berat dari FIFA.
“Saya belum tahu, cuman yang penting jangan yang sangat berat,” ujar Erick Thohir.
Baca Juga: Disebut Usulkan Nama Cawapres Anies Baswedan, Jusuf Kalla Membantah
Sebagai Informasi, FIFA telah mencabut status tuan rumah dari Indonesia dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023.
Pencabutan tersebut merupakan imbas dari polemik yang terjadi beberapa hari yang lalu di Indonesia.
Beberapa pihak seperti Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menolak kehadiran Tim Nasional Israel dalam pagelaran Piala Dunia U-20 2023.
Tetapi FIFA dalam surat resminya tidak menyebutkan secara gamblang alasan gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.***

Share this article
Erick Thohir sebut 2 hal ini akan menjadi kemunduran bagi sepak bola di Indonesia apa saja? Usai pembatalan jadi tuan rumah Pildun U-20