AYOJAKARTA.COM – Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia akan menggunakan stadion Jakabaring sebagai venue saat kontra Brunei Darussalam nantinya.
Hal tersebut juga telah diinformasikan oleh pihak Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) yang mengesahkan stadion Jakabaring sebagai venue laga Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam.
Sebelumnya, Timnas Indonesia lebih banyak bermain di wilayah pulau Jawa, sehingga ini menjadi kabar baik bagi warga luar pulau Jawa, khususnya Pulau Sumatra yang mana telah menjadikan stadion Jakabaring yang berada di Palembang menjadi venue Timnas Indonesia kali ini.
Adapun terkait dijadikan Stadion Jakabaring sebagai venue Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, tidak salah nya kita melirik fakta unik yang ada pada stadion Jakabaring ini.
Berikut ini adalah 5 fakta unik stadion Jakabaring yang dijadikan sebagai venue Timnas Indonesia vs Brunei Darussalamseperti dilansir dari sumsel.suara.com.
1. Pernah gagal jadi tuan rumah ajang internasional
Pertama, ternyata stadion Jakabaring pernah diusulkan untuk dijadikan sebagai beberapa event sepakbola internasional, salah satunya pada Piala Dunia U-17 kemarin.
Tak hanya itu, stadion Jakabaring yang berkapasitas 23.000 penonton ini juga pernah gagal menjadi tuan rumah pada Piala Dunia U-20 yang seharusnya diadakan di Indonesia.
2. Berada di komplek Jakabaring Sport City (JSC)
Selanjutnya, stadion Jakabaring berlokasi di Palembang, yang mana berada di Kawasan komplek Jakabaring Sport City, stadion ini juga termasuk ikon komplek venue olahraga di Palembang.
Diketahui ada sekitar 14 venue kelas internasional yang tersedia di Kawasan komplek venue olahraga ini.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: FIFA Umumkan Timnas Indonesia Akan Hadapi Brunei Darussalam
3. Berskala Internasional
Diketahui bahwa stadion Jakabaring telah dibangun sejak PON Palembang pada tahun 2001 lalu, dan selanjutnya diperbaiki pada SEA Games dan Asian Games hingga sampai saat ini telah berstandar internasional.
4. Berkarakter simbol Maritim
Kemudian stadion Jakabaring dibangun dengan menggunakan jenis rumput internasional Buffalo Grass yang terdapat delapan lintasan atletik yang mengelilingi lapangan sepak bola dengan ukuran berstandar internasional.
Pada stadion Jakabaring juga terdapat dua atap biru bulan yang menopang lengkungan yang mana tampak seperti layar kapal. Pada tribun utama yang berada di sebelah barat dan tumor ditutupi dua lengkungan baja besar.
Pada dinding bagian luar sisi barat dan timur terdapat motif khas songket yang mana menjadi identitas budaya Palembang. Inilah yang menjadi simbol dari Kerajaan Sriwijaya yang dikenal dengan kekuatan maritimnya.
Baca Juga: Logo dan Maskot Piala Dunia U-17 2023 Resmi Diluncurkan FIFA, Ini Artinya!
5. Rumah klub Sriwijaya FC
Terakhir, bahwa stadion Jakabaring telah menjadi venue klub Sriwijaya FC selama ini. Pernah menjadi salah satu stadion dalam Piala Asia 2007, kemudian pernah menjadi saksi dari verifikasi AFC, dan menjadi stadion utama pada upacara pembukaan penutupan SEA Games 2011.
Terakhir kali, stadion Jakabaring pernah menjadi tempat sebagai pertandingan tim nasional pada ajang Piala AFF U-23 Wanita 2023, yang mana diturunkannya Timnas Putri Indonesia U-23.***

Share this article
Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia akan menggunakan stadion Jakabaring sebagai venue saat kontra Brunei Darussalam.