TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM—Lagi, kasus pelecehan seksual kembali dialami kaum perempuan. Kali ini menimpa sejumlah siswi yang tengah magang di Kantor Kelurahan Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Setidaknya ada tiga siswi yang menjadi korban pelecehan seksual saat PKL yang dilakukan seorang pegawai honor kantor kelurahan tersebut.
Lurah Jombang Hasanudin membenarkan adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pegawai honoror berinisial S (54) tersebut. Kasus itu mencuat pekan lalu.
Ia mengetahui hal itu setelah mendapat laporan dari Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak Kelurahan Jombang yang sedang menangani dugaan kasus pelecehan seksual tersebut.
Baca Juga: Sepanjang 2021, Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Bogor 30 Persen Pelecehan Seksual
"Iya, udah ditangani Satgas Perlindungan Anak. Saya nggak tahu ceritanya dan nggak tahu jumlah korbannya," katanya saat dikonfirmasi SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Rabu (15/12/2021).
Dilansir, Kamis (16/12), Hasanudin menerangkan, saat ini kasus yang dilakukan S sedang dalam penanganan satgas perlindungan anak tingkat kota.
Terpisah, Kepala UPTD Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan Tri Purwanto menyebut, tiga siswi PKL dilecehkan dalam bentuk pelecehan fisik.
Baca Juga: Begini Cara Lapor Tindakan Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja Pemprov DKI Jakarta
"Iya sudah masuk laporannya, yang melaporkan ke kita ada pelecehan seksual terhadap siswa yang magang di kelurahan," kata Tri saat dikonfirmasi, kemarin.
Tetapi, hingga saat ini pihaknya belum mendapati keterangan lengkap soal kronologis pelecehan seksual yang dilakukan oknum pegawai honorer Kelurahan Jombang.
Tri menyebut, dari laporan yang didapat ada tiga siswi yang diduga jadi korban pelecehan seksual di lingkungan kelurahan itu. Mereka semua, lanjut Tri, masih di bawah 18 tahun.
"Korbannya ada tiga siswi, usianya masih di bawah 18 tahun. Antara 16 dan 17 tahun," sebutnya.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual di KPI, Polisi Lakukan Penyelidikan
Mereka, kata Tri, mendapat perlakuan pelecehan seksual berupa sentuhan fisik di bagian sensitif wanita.
"Pelaku megang bagian area sensitif, informasinya begitu. Tapi dari anaknya juga belum cerita secara detail," tandas Tri.

Share this article
Setidaknya ada tiga siswi yang menjadi korban pelecehan seksual saat PKL yang dilakukan seorang pegawai honorer kelurahan tersebut.