JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Gempa 4,9 skala Richter (SR) mengguncang Pangandaran, Jawa Barat, pada Sabtu (27/7/2019). Menurut Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat pada koordinat 8.41 LS - 108.43 BT memiliki kedalaman 12 kilometer.
"Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktivitas Zona Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyelusup menunjam kebawah Lempeng Eurasia," ujar Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hendro Nugroho.
Lebih lanjut Hendro menjelaskan, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Pangandaran, Jawa Barat dengan Skala Intensitas III MMI, Di Cilacap, Jawa Tengah dengan Skala Intensitas II MMI.
Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. Hingga laporan ini dibuat pukul 11:05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
"Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut," papar Hendro.
Dia juga meminta masyarakat memastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui situs http://balai2.bmkg.go.id/.
Share this article
Gempa 4,9 skala Richter (SR) mengguncang Pangandaran, Jawa Barat, pada Sabtu (27/7/2019). Menurut Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat pada koordinat 8.41 LS - 108.43 BT memiliki kedalaman 12 Kilometer.