AYOJAKARTA.COM -- Industri elektronik di Indonesia terus melakukan kinerja yang positif dan jadi salah satu penggerak utama pada pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.
Tidak hanya Samsung, pada Triwulan III tahun 2024 ini sektor industri barang logam, komputer, elektronik, optik, dan juga peralatan listrik mencapai pertumbuhan yang signifikan hingga 7,29 persen.
Selain Samsung, kinerja ekspor pada sektor tadi sangat menggembirakan dengan menembus angka USD10,07 miliar hingga Triwulan III 2024.
Baca Juga: Peroleh TKDN Tertinggi Sebanyak 40,30 Persen, Samsung Kini Jadi Anak Emas Kemenperin Kalahkan Apple
Ekspor tersebut juga didominasi oleh peralatan telekomunikasi, elektronik rumah tangga, peralatan listrik, dan juga berbagai komponennya.
Produk handphone, komputer genggam serta tablet (HKT) menyumbang hingga USD277 juta dari total ekspor.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperikan apresiasi pada kontribusi PT Samsung Electronics Indonesia dengan meraih keberhasilan ini.
Samsung sudah menjadikan Republik Indonesia sebagai bagian dari produksi dan ekspor produk elektronik, khususnya smartphone.
Baca Juga: Perizinan iPhone 16 Tak Kunjung Selesai, Kemenperin Justru Puji Pemenuhan TKDN dan Kinerja Samsung
Kemenperin memuji komitmen dari Samsung dalam meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta mendorong ekspor produk ke pasar global.
Kebijakan dari TKDN di Indonesia ini mensyaratkan produk handphone dan tablet mempunyai kandungan lokal minimal 35 persen.
Samsung Electronics Indonesia sudah menunjukkan komitmen yang sangat tinggi dengan mencapai TKDN sebesar 40,30 persen untuk model SM-A356E.
Dengan demikian, Samsung menjadi yang paling tinggi di antara produsen smartphone yang lainnya.
Hal tersebut tidak cuma memperkuat industri lokal, tetapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan transfer teknologi.
Sejak diberlakukannya threshold TKDN sebesae 35 persen, industri HKT di Indonesia terjadi pertumbuhan yang signifikan.
Produksi dalam negeri pada 2023 lalu mencapai 50 juta unit, jauh melampaui impor yang cuma 3,1 juta unit.
Artinya 94 persen produk HKT di Indonesia berasal dari produksi dalam negeri.
Samsung Electronics Indonesia mempunyai kontribusi yang besar dengan memproduksi 14 juta unit atau sekitar 28 persen dari total produksi HKT di Indonesia pada 2023.
Hal tersebut memberikan posisi yang kuat bagi Samsung di pasar domestik dari hasil investasi yang dilakukan sejak tahun 2016.
Samsung Electronics Indonesia juga memberikan kinerja ekspor yang luar biasa.
Selama tahun 2024, ada sebanyak 1,56 juta unit smartphone sudah diekspor ke beberapa negara ASEAN.
Baca Juga: Lolos Sertifikasi TKDN: 5 HP Ini Siap Rilis di Indonesia Awal Tahun 2025, Ada Samsung Galaxy S25!
Ekspor ke Filipina menjadi salah satu kontribusi yang sangat besar.
Pemerintah berencana menaikkan threshold TKDN HKT menjadi 40 persen untuk mendorong pendalaman struktur industri.
Salah satu potensi peningkatan TKDN sensiri berasal dari PCB Assembly yang sudab diterapkan Samsung Electronics Indonesia menggunakan mesin SMT.
Hal twraebut menunjukkan adanya kontribusi 8 persen pada angka TKDN.
Pemerintah berharap Samsung akan terus mendukung kebijakan tersebut.
Kunjungan Dirjen ILMATE ke PT Samsung Electronics Indonesia juga jadi momentum yang penting untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan industri ponsel.
Selain itu Samsung juga bisa meningkatkan daya saing produk Indonesia serta mempercepat transformasi ekonomi menuju industri yang berkelanjutan.***

Share this article
Samsung sudah menjadikan Republik Indonesia sebagai bagian dari produksi dan ekspor produk elektronik, khususnya smartphone.