AYOJAKARTA.COM - Usai kabar kematian seorang pendaki asal Brasil di Gunung Rinjani, warganet kini tengah dibuat gempar dengan fenomena unik di Gunung Lawu.
Dianggap sebagai pemandangan tidak biasa dan wajar, oleh sejumlah pendaki aktivitas unik di Gunung Lawu tersebut kemudian mulai viral setelah diunggah ke akun media sosial.
Terjadi setelah hari kesepuluh di bulan Suro atau Muharram, ritual unik di Gunung Lawu berlangsung di sekitar Tugu Hargodumilah atau tugu penanda puncak tertinggi.
Baca Juga: CATAT! Hasil Rapat Kemensos 2025: Pola Penyaluran Bansos Berubah, dari Tahunan Jadi Triwulanan
Selain merupakan penanda puncak gunung, Tugu Hargodumilah juga merupakan batas wilayah antara Karanganyar, Jawa Tengah dengan Magetan serta Ngawi, Jawa Timur.
Melalui unggahan dari sejumlah pendaki, warganet merasa dibuat terkejut dengan gerakan-gerakan serta aktivitas fisik yang dilakukan oleh para peserta ritual.
Disamping duduk bersila sambil membaca do’a-do’a yang terdengar sebagai kombinasi antara Bahasa Jawa dan Arab, peserta ritual juga menyempatkan diri sholat.
Salah satu alasan lain yang membuat sejumlah pendaki merasa bingung adalah karena seluruh peserta ritual di Puncak Hargodumilah menggunakan jubah serba putih.
Rasa ingin tahu para pendaki juga bertambah lantaran peserta ritual sempat melakukan gerakan mengitari Tugu Hargodumilah ke arah Kanan.
Menyikapi tersebarnya unggahan video tersebut, tidak sedikit warganet yang menyebutnya sebagai bentuk penistaan terhadap ajaran agama, bahkan dituding sesat.
Baca Juga: Hasil Pengumuman Seleksi OSN SMA 2025 Diumumkan 15 Juli! CEK 3 Link Resmi Ini Ya
Meski ada yang berpendapat sebagai bentuk penistaan, tidak sedikit pula warganet yang menjelaskan tentang ritual tidak biasa di puncak tertinggi Gunung Lawu.
Menurut warganet, salah satu tradisi masyarakat Jawa setiap kali pergantian tahun baru Islam atau Suro adalah dengan melakukan muhasabah dan berkontemplasi.
Selain dimaksudkan untuk menghormati kesedihan Baginda Rasulullah SAW atas tewasnya Sayyid Husein dalam peristiwa Karbala, juga untuk upaya menyambung rasa.
Bentuk tradisi dan rangkaian ritual yang masih dilakukan oleh segelintir Penjaga Adat dan kearifan lokal adalah dengan bermunajat di Puncak Gunung Lawu pada hari ke sebelas.
Puncak kesedihan tersebut, oleh sebagian masyarakat Jawa dilakukan dengan mulai kembali menjalankan peran-peran sosial tanpa mengabaikan nilai spiritual.
Salah satu bentuk perwujudan nilai tradisi spiritualitas sebagian kalangan masyarakat tersebut adalah dengan berjuang mendaki demi bisa bisa berdo’a di tempat paling tinggi.
Menjadi salah satu lokasi pendakian di pulau Jawa dengan nilai intrinsik yang unik, Gunung Lawu tidak hanya dikenal karena ritual di Tugu Hargodumilah.
Titik di Gunung Lawu yang banyak mendapat perhatian pendaki adalah Pasar Dieng, Hargo Dalem, Hargo Tiling, Sendang Drajat, Sendang Celeng dan Sumur Jolotundo. ***

Share this article
Usai kabar kematian seorang pendaki asal Brasil di Gunung Rinjani, warganet kini tengah dibuat gempar dengan fenomena unik di Gunung Lawu.