AYOJAKARTA.COM - Seorang pemudik berinisial HY (50 tahun) asal Semarang, Jawa Tengah yang hendak kembali ke Depok, Jawa Barat diduga mengalami serangan jantung saat transit di gerbang Tol Cisumdawu Utama pada Minggu, 6 April malam.
Korban yang bernama lengkap Heri Yudianto sedang dalam perjalanan pulang bersama istri dan tiga anaknya setelah mudik ke kampung halaman di Semarang.
Saat berada di gerbang Tol Cisumdawu C2, korban secara tiba-tiba mengeluhkan sakit yang hebat di bagian dada sebelah kiri, gejala yang umum terjadi pada kasus serangan jantung.
Keluarganya yang panik segera meminta bantuan kepada petugas gerbang tol yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jabar.
Petugas PJR yang saat itu sedang melakukan patroli rutin di KM 203 langsung bergegas menuju lokasi setelah menerima laporan darurat tersebut.
Setibanya di lokasi, mereka menemukan istri korban yang dengan panik sedang berusaha memberikan pertolongan pertama dengan cara memompa dada bagian kiri suaminya.
Tindakan itu menunjukkan upaya pertama untuk menyelamatkan nyawa sang suami sebelum bantuan medis profesional tiba.
Brigadir Fajar dari PJR Polda Jabar yang menjadi petugas pertama yang tiba di lokasi memberikan penjelasan detail mengenai kronologi kejadian tersebut.
"Pada saat kita melaksanakan patroli di sekitaran KM 203, kita menemukan dan mendapat laporan bahwa ada pengguna jalan pemudik dari Semarang tujuan ke Depok yang melakukan transit di Gerbang Cisumdawu C2 meminta bantuan karena ada salah satu penumpang keluarganya atas nama Heri Yudianto, perkiraan umur 51 tahun, tiba-tiba sakit di bagian dada sebelah kiri," jelasnya dengan rinci.
Setelah menerima laporan darurat tersebut, petugas tol dengan sigap langsung menghubungi pihak PJR Tol Cisumdawu yang kemudian mengkoordinasikan kedatangan tim medis dan ambulans ke lokasi.
"Anggota PJR melakukan pengawalan untuk melakukan pelayanan kepada pemudik supaya cepat tertangani oleh medis," tambah Brigadir Fajar.
Ia juga menyebutkan bahwa total ada lima penumpang dalam mobil korban, "Ada lima orang, tiga orang anak-anak, satu orang istri, dan satu korban."
Kondisi tersebut menggambarkan situasi darurat yang terjadi di tengah perjalanan mudik keluarga tersebut, yang berubah dari perjalanan pulang kampung menjadi situasi darurat medis.
Meskipun telah dilakukan upaya penanganan medis yang cepat dan maksimal, korban yang diduga mengalami serangan jantung tersebut tidak dapat diselamatkan dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Proses evakuasi korban dari gerbang Tol Cisumdawu dilakukan dengan sangat cepat oleh petugas PJR Polda Jabar yang bekerjasama dengan tim medis menggunakan ambulans untuk membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Cimalaka.
Tim medis di rumah sakit telah berusaha memberikan pertolongan terbaik namun kondisi korban yang sudah kritis tidak memungkinkan untuk diselamatkan.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Heri Yudianto langsung diantarkan ke rumah duka di Kota Depok menggunakan ambulans, sesuai dengan tujuan awal perjalanan keluarga tersebut.
Tragedi yang menimpa keluarga pemudik ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan selama melakukan perjalanan jauh.
Baca Juga: Terminal Kampung Rambutan Masih Dipadati Pemudik di Akhir Masa Libur Lebaran
Terutama bagi para pemudik yang menempuh jarak ratusan kilometer dalam kondisi lelah dan stress perjalanan.
Kasus ini juga menunjukkan respons tanggap darurat yang dilakukan oleh petugas jalan tol dan PJR Polda Jabar dalam upaya penanganan kasus darurat medis di jalan tol, meskipun pada akhirnya takdir berkata lain.

Share this article
Korban Heri Yudianto sedang dalam perjalanan pulang bersama istri dan tiga anaknya setelah mudik ke kampung halaman di Semarang.