AYOJAKARTA.COM — Belakangan ini provider seluler Telkomsel ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter.
Hal ini terjadi karena ada beberapa komplain dari warganet yang mengeluhkan bahwa layanan Telkomsel seperti penipuan.
Pada Sabtu, 3 Juni 2023 banyak keluhan warganet di Twitter yang membahas layanan Telkomsel, beberapa di antaranya mengeluhkan mahalnya paket dari Telkomsel.
Salah satunya diulas oleh Founder Evello, yang merupakan salah satu konsultan media Digital Monitoring & Analytics, Dudy Rudianto melalui tweet-nya.
“Dari 200 komentar tentang rampok Telkomsel di era 4.0, sentiment negatif layanan telkomsel mendominasi dgn bobot skor 88%. Nada sedih dan frustasi mendominasi persepsi 200 komentator dgn 64% dan 46%. Adapun tingkat kepuasan hanya bertengger di skor 0,9%. Emosi sedih, menakutkan dan marah mendominasi perasaan 200 komentar netizen tentang layanan telkomsel. Menariknya skor menjijikkan terdeteksi mencapai 5%, suatu emosi yang kerap muncul dalam kasus-kasus pelecehan. Apakah pelanggan telkomsel merasa terlecehkan? Analitik ini menunjukkan lampu merah brand telkomsel,” cuitnya dikutip AyoJakarta.com melalui akun Twitter @DudyRudianto, Senin, 5 Juni 2023.
Bukan hanya ramai di Twitter saja, ulah Telkomsel juga sedang viral di media sosial lain seperti Instagram.
Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @undercover.id yang mengunggah video keluhan dari salah satu pelanggan Telkomsel.
Dalam video yang diunggah terlihat seorang warganet yang mengungkapkan kekesalannya karena merasa ditipu oleh Telkomsel.
Baca Juga: Telkomsel Trending Topic Twitter, Warganet : Telkomsel Nipu, Hati-hati dan Waspada
“Gua hari ini kecewa banget ya, gua ada di Grapari Telkomsel. Ini tempatnya ada di BXC Bintaro, hari ini gua kesal banget. Ini Telkomsel nipu, nipu banget,” ujar warganet.
Ia mengungkapkan hal yang membuat dirinya kesal dan menuduh Telkomsel sebagai penipu yakni tentang persoalan tarif dan beberapa aturan di Telkomsel.
Berawal dari dirinya yang memakai telepon Telkomsel regular kemudian tiba-tiba ditawarkan untuk pindah ke Halo dengan sistem pascabayar.
Awalnya ia merasa tidak masalah jika dirinya pindah ke Halo, yang mana menurutnya pada bulan Maret ia harus membayar Rp133.200.
Baca Juga: Cara Tukar Poin Telkomsel Jadi Kuota 2023
Kemudian di bulan April naik menjadi Rp143.225 dan di bulan Mei naik kembali menjadi Rp177.600.
Kenaikan yang terjadi setiap bulan tersebut membuat warganet itu terus bertanya-tanya mengapa bisa demikian naik tanpa ada izin dari pihak pelanggan Telkomsel.
Hal ini membuat dirinya harus ke grapari dan bertanya pada customer service Grapari Telkomsel, namun jawaban yang diberikan karena ada migrasi secara otomatis.
Menurutnya jika hal tersebut tidak diinformasikan kepada pelanggan seperti halnya disamakan dengan merampok.
Baca Juga: Netizen Kesal ke Telkomsel, Masa Aktif Kartu Tidak Berubah Meski Sudah Isi Pulsa
“Pemberitahuan dari Telkomsel nggak ada, baik SMS ataupun telpon ke handphone-nya pun nggak ada. Ini sama aja dengan ngerampok,” kata dia.
Terlebih lagi ketika dirinya meminta nomor teleponnya dikembalikan ke semula regular prabayar, ternyata pihak Grapari mengatakan bahwa sudah tidak bisa dilakukan karena akan mengakibatkan kartu yang dipakai terblokir.***

Share this article
Provider seluler Telkomsel ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter.