AYOJAKARTA.COM –- Korban tewas yang diakibatkan karena aksi jagal dukun palsu pengganda uang dari Banjarnegara terus bertambah.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram @Infocepatbanjarnegara (5/4/2023), AKBP Hendri Yulianto, SIK, MH mengatakan saat melakukan konferensi persnya, bahwa jumlah korban akibat pembunuhan yang dilakukan Mbah Slamet bertambah menjadi 12 orang.
"Dengan bertambahnya dua korban ini, maka total jasad korban pembunuhan dari dukun pengganda uang ini mencapai 12 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1 korban ditemukan pada awal terbongkarnya kasus pembunuhan, 9 korban pada Senin dan hari ini dua orang lagi," ucap AKBP Hendri Yulianto.
Selain itu dalam konferensi pers dihadirkan pula tersangka Mbah Slamet agar dapat mengingat setiap korban yang telah dikuburkan di titik- titik yang telah digali.
Namun dari semua lubang tempat penguburan jenazah, Mbah Slamet alias Tuheri hanya mampu mengingat satu titik saja yang berisikan dua korban terakhir yang ditemukan yakni pasangan suami yang bersama Isryad dan istrinya.
Lebih lanjut AKBP Hendri Yulianti menyampaikan bahwa 9 jenazah telah menjalani proses autopsi, sedangkan satu jenazah yang berasal dari Sukabumi langsung dimakamkan oleh pihak keluarga.
Baca Juga: Berawal dari Chat WhatsApp Berujung Pembunuhan Belasan Orang, Anak Korban Dukun Slamet Buka Suara
Nantinya hasil autopsi tersebut akan digunakan menjadi berkas perkara di persidangan tersangka yang akan dikenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman terberat hukuman mati.
Sebelumnya awal mula kasus ini terungkap ke publik adalah saat korban berinisial PO asal Sukabumi mengirimkan pesan yang berisi lokasi terkhirnya kepada anaknya.
PO berujar jika sampai hari yang ditentukan ia tak kunjung memberi kabar, maka ia meminta anaknya membawa aparat ke lokasi yang dikirimkannya.
Baca Juga: Update Korban Dukun Palsu Pengganda Uang Jadi 12 Orang, Ini Kata Kapolres Banjarnegara!
"Ini di rumahnya Pak Slamet. Buat jaga-jaga kalau umur ayah pendek, misal ayah tidak ada kabar sampai Minggu, langsung saja ke lokasi," ujar Kapolres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Hendri Yulianto.
Hingga saat ini pihak ban terus mendalami perkara ini karena keterangan dari tersangka kerap berubah-ubah guna mencari apakah ada korban pembunuhan lain.***(Ardiany Fitri Sholekah)

Share this article
Korban tewas yang diakibatkan karena aksi jagal dukun pengganda uang abal-abal dari Banjarnegara terus bertambah.