AYOJAKARTA.COM - Pelaku pembunuhan aktor serial Mak Lampir, Sandy Permana, akhirnya ditangkap kemarin.
Pelaku tak lain adalah tetangga Sandy sendiri yang bernama Nanang "Gimbal" dan sama-sama bekerja di dunia perfilman.
Pada Kamis 16 Januari 2025, Nanang memberi pengakuan mengejutkan yang membuat ia tega membunuh Sandy Permana yaitu dendam sejak 2019.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan bahwa Nanang sudah mengaku kepada pihak kepolisian perihal perbuatannya terhadap Sandy yang didasari karena dendam yang terpendam sejak 2019.
2019 Sandy mengadakan hajatan perkawinan di pekarangan rumahnya Nanang tanpa izin.
Bersamaan dengan itu, Nanang merasa Sandy seenaknya menebang pohonnya dan membuatnya tak terima.
"Korban melakukan penebangan pohon di pekarangan tersangka tanpa izin terlebih dahulu pada tahun 2019," tutur Dirreskrimum Polda Metro Jaya, sebagaimana yang dikutip dari YouTube stasiun televisi.
Baca Juga: Seleksi CPNS 2025 Akan Dibuka, Berikut Tata Cara Pendaftaran dengan 15 Tahapan Penting
"Dari kejadian itu, tersangka tidak menegur korban karena tersangka tahu korban sangat pemarah,” ujar Wira.
Lebih lanjut, hubungan Sandy Permana dan Nanang Gimbal pun tidak harmonis karena ada saja alasan yang membuat mereka tak tegur sapa.
Terbaru, dendam itu muncul saat Nanang dan Sandy ikut dalam rapat penurunan ketua RT.
Saat itu, ketua RT diduga melakukan perselingkuhan dengan warga sekitar sehingga dianggap tidak kompeten menjabat kembali sebagai ketua RT di periode selanjutnya dan maka dari itu diadakanlah pemilihan RT selanjutnya.
Pada momen itu, Sandy dan Nanang pun akhirnya cekcok yang disebabkan karena artis itu ditegur untuk menurunkan nada suaranya oleh Nanang.
Sandy yang tak terima akhirnya mengatakan jangan urusin hidupnya, lagi pula wilayah itu bukan area tempat tinggal Nanang.
Nanang tidak terima, karena dia merasa warga sama, tapi tidak dianggap serius, dia bisa untuk bersabar.
Kesabarannya tidak berbuah hasil, karena Sandy makin tidak tahu diri, dia dengan seenaknya melintas di depan rumah Nanang pada Minggu pagi dengan sepeda motor listriknya.
Hanya sengaja-ngaja untuk meludah di depan Sandy yang saat itu sedang memperbaiki motor miliknya.
Ade tak percaya Sandy Permana pernah meludah di depan Nanang Gimbal.
"Pernyataan Nanang Gimbal tidak sesuai dengan kenyataan, Shandy Permana enggak mungkin sinis dan meludahi depan pelaku," ujar Ade.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan 2025 Menjadi Tahun Terakhir Status Guru Honorer di Indonesia
"Karena yang selama ini saya tahu Nanang Gimbal yang malah sering melototin saya," lanjutnya.
Sampai saat ini, dari kabar yang didapat, tidak diketahui yang benar pernyataan Ade atau justru Nanang kepada polisi.
Share this article
Pada Kamis 16 Januari 2025, Nanang memberi pengakuan mengejutkan yang membuat ia tega membunuh Sandy Permana yaitu dendam sejak 2019.