AYOJAKARTA.COM -- Film Dirty Vote ramai menjadi perbincangan netizen. Film dokumenter yang baru saja tayang di YouTube tanggal 11 Februari tersebut viral karena mengungkapkan banyak hal tentang pemilu, termasuk kecurangan.
Film dokumenter Dirty Vote ini juga dibintangi oleh para ahli hukum tata negara. Ada Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari.
Ternyata di dalam film tersebut juga mengungkapkan perbedaan ucapan dari Presiden Jokowi dengan kenyataan yang terjadi pada Gibran, anaknya yang jadi cawapres paslon 2.
Seperti apakah perbedaan itu? Berikut informasi selengkapnya dikutip AyoJakarta.com dari YouTube PSHK Indonesia.
Di awal film Dirty Vote, terdapat tayangan Presiden Jokowi yang beberapa kali dimintai tanggapannya tentang anak-anaknya apakah ada peluang terjun ke politik.
Presiden Jokowi mengungkapkan di dalam film itu kalau dua anaknya yang bernama Gibran dan Kaesang belum terjun ke politik karena sibuk berbisnis.
“Gibran ini belum (terjun ke politik). Feeling politiknya kok belum. Masih seneng 100% di dunia usaha,” ujar Presiden Jokowi di film Dirty Vote.
Presiden Jokowi juga mengungkapkan Kaesang juga sama dengan kakaknya, masih sibuk buka bisnis ini itu.
“Kaesang apalagi. Masih seneng-senengnya buka sini, buka sini, buka sini,” lanjut ayah Gibran dan Kaesang tersebut dalam film Dirty Vote di YouTube PSHK Indonesia.
Setelah perbincangan tersebut, di tahun 2023 awal, Presiden Jokowi mengatakan kalau batas pengalaman baru menjabat 2 tahun sebagai walikota bagi Gibran itu masih kurang untuk menjadi capres atau cawapres.
“Ngawur. Yang kedua itu (Gibran) baru 2 tahun aja jadi walikota, yang logis saja,” ujar Presiden Jokowi.
Baca Juga: Ini Dia Cara Cek Sudah Terdaftar atau Belum di DPT Online, Yuk Coba Dulu sebelum Pemilu 2024
Namun kenyataannya, pada menjelang akhir 2023, malah Gibran diajukan menjadi cawapres di paslon 2 untuk Prabowo Subianto.
Apalagi pencalonan Gibran Rakabuming Raka putra Presiden Jokowi tersebut melibatkan ipar presiden yang bernama Anwar Usman.
Sehingga pada bulan Oktober 2023, Gibran bisa langsung menjadi cawapres bagi Prabowo Subianto.
Itulah perbedaan ucapan presiden Jokowi dengan kenyataan tentang Gibran di politik dalam film Dirty Vote.

Share this article
Film dokumenter Dirty Vote ini dibintangi oleh para ahli hukum tata negara. Ada Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari.