AYOJAKARTA.COM – Dianggap menjadi dalang kematian pasangan Vina dan Eky, Kartini yang merupakan Ibu kandung Pegi Setiawan tegas memberi sanggahan.
Sosok Pegi Setiawan, menurut Kartini merupakan pribadi bertanggung jawab pada keluarga sehingga ia meyakini putranya tidak memiliki kaitan dengan kematian Vina dan Eky.
Saat peristiwa pasangan Vina dan Eky terjadi, Pegi Setiawan menurut pengakuan Kartini sedang berada di Bandung untuk bekerja sebagai buruh bangunan.
Dicurigai terlibat dalam kasus tewasnya Vina, kediaman Pegi sempat didatangi oleh sejumlah anggota polisi berpakaian sipil.
Dalam keterangannya, Kartini menjelaskan proses pencarian serta alasan dari ketiga orang anggota polisi yang sempat menginterogasinya.
Selain menyebut tentang Pegi yang memiliki hutang sebesar lima juta dan belum dibayar, dua anggota polisi juga sempat menyinggung perkara lain.
Baca Juga: KPM Bansos PKH, BPNT, dan KIS Merapat! Ada 3 Pengumuman Penting mulai 1 Juli 2024
“Yang satunya lagi bilang nyawa dibayar nyawa, terus yang satunya lagi bilang Pegi ikut pembunuhan Vina dan Eky,” ungkap Kartini.
Tidak mendapati Pegi di rumah, sejumlah anggota polisi kemudian membawa sepeda motor Suzuki Smash warna Ungu-Kuning milik Pegi yang rusak parah.
Disamping membawa sepeda motor yang rencananya akan diperbaiki, oknum anggota polisi juga meminjam sepeda motor Yamaha Jupiter warna merah milik Paman Pegi.
“Motor dua-duanya dinaikin ke mobil, katanya minjem buat nyetut motor yang Pegi rusak, sampai sekarang belum dibalikin,” jelas Kartini.
Terkait beredarnya kabar sepeda motor milik Pegi yang sudah dikembalikan, Kartini menyebut sepeda motor yang dimaksud berbeda.
Baca Juga: 6 Tanda Psikologi Wanita Berkelas yang Dihormati dan Disegani Banyak Orang, Kamu Termasuk?
Sepeda motor milik Pegi yang dikabarkan sudah dikembalikan, berdasarkan pengakuan Kartini merupakan motor operasional Pegi saat berada di Bandung.
Sejak kedatangan sejumlah anggota polisi di tahun 2016 tersebut, Kartini mengaku tidak pernah lagi didatangi hingga Pegi diringkus pada 2024.
Sehubungan dengan status DPO yang dimiliki oleh kepolisian, Toni selaku kuasa hukum Pegi Setiawan memberi tanggapan.
Menurut Toni, informasi yang sudah disampaikan Kartini sejak kedatangan polisi bisa langsung ditindak-lanjuti tanpa harus menunggu bertahun-tahun.
“Ada tiga DPO, Dani, Andi dan Pegi alias Perong, bukan Pegi Setiawan ya, harusnya polisi itu mencari setelah tahu ada di Bandung,” ungkap Toni.
Baca Juga: SP2D Berisi Nama-Nama KPM yang Cair BLT MRP Sebesar Rp600.000 Turun? Cek Faktanya di Sini!
Penangkapan terhadap kliennya yang terjadi usai film Vina tayang dan menjadi sorotan warganet, menurut Toni merupakan indikasi keraguan polisi atas keterlibatan Pegi.
Toni menambahkan, dihapuskannya dua nama DPO usai penangkapan terhadap Pegi Setiawan menunjukkan kurangnya pemahaman hukum.
“Karena berdasar putusan pengadilan, peran Dani dan Andi itu ada, mereka membawa korban ke jembatan dan ikut menyetubuhi Vina,” tegas Toni.
Share this article
Dianggap menjadi dalang kematian pasangan Vina dan Eky, Kartini yang merupakan Ibu kandung Pegi Setiawan tegas memberi sanggahan.