AYOJAKARTA.COM -- Meski tidak lagi menjabat, Joko Widodo yang merupakan Presiden Indonesia ketujuh nyaris tidak pernah berhenti mencuri perhatian warganet.
Sempat disorot karena diduga terlibat dalam Proyek Strategis Nasional PIK dan Proyek Mobil Nasional Esemka, Joko Widodo kini kembali disorot lantaran Ijazah Palsu.
Sebelumnya, narasi tentang Ijazah Palsu Joko Widodo sebagai alumni UGM mencuat saat ajang pemilihan presiden 2014 silam.
Baca Juga: Usai Dugaan Ijazah Palsu, Joko Widodo Digugat karena Dianggap Menyebar PHP di Proyek Esemka!
Melalui buku berjudul Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono selaku Penulis memaparkan sejumlah kejanggalan mengenai identitas dan jati diri Joko Widodo.
Usai divonis bersalah oleh pengadilan atas dugaan ujaran kebencian dan SARA, kasus dugaan Ijazah Palsu Jokowi kemudian redup sampai menjelang akhir kepemimpinannya.
Melalui sebuah siniar Bambang Tri mengungkap adanya sejumlah kejanggalan yang kembali terkuak setelah menjalani masa hukuman.
Selain menyebut nama Ari Sujito dan Mahmud Nurwindu, Bambang juga memberi perhatian atas lonjakan karir Omar Sharif Hiariez yang sempat menjabat Wamenkumham.
Ari yang sebelumnya merupakan Dosen Sosiologi, menurut Bambang sudah mendapat ganjaran berupa kenaikan jabatan sebagai Wakil Rektor.
Sementara Mahmud Nurwindu yang mengaku-ngaku sebagai teman sebangku Jokowi, sepengetahuan Bambang sudah menjabat Komisaris di salah satu perusahaan BUMN.
Para sosok tersebut, menurut Bambang Tri mengalami lonjakan karir yang sangat signifikan usai memberi kesaksian memberatkan di pengadilan.
“Saya yakin itu ada hadiah karena dia mau memberatkan saya di pengadilan, hadiahnya itu karena bohong,” ujar Bambang.
Baca Juga: Otto Hasibuan Soal Ijazah Palsu Jokowi: Gugatan-gugatan Tersebut Tidak Berdasar, Tapi...
Kasus dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo yang sempat menyita perhatian dari berbagai media, mendapat perhatian khusus dari Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar.
Menurut Saksi Ahli dalam kasus kopi Sianida yang melibatkan Jessica Wongso, keaslian Ijazah UGM yang dimiliki Joko Widodo memang perlu benar-benar dipastikan.
Di samping karena minimnya data dan rekam jejak mengenai lokasi KKN yang menjadi keharusan bagi mahasiswa UGM, kejanggalan juga terlihat di skripsi Jokowi.
Menurut hasil analisa Rismon saat Dekan UGM Sigit Sunarta memperlihatkan bagian Lembar Pengesahan skripsi buatan Jokowi, terlihat jelas adanya kejanggalan teknologi.
Rismon yang belum lama ini sempat mendapat intimidasi berupa pengrusakan di bagian kaca dan penyobekan ban mobil, mengaku meragukan keaslian skripsi Jokowi.
“Kita mengamati ketika Pak Dekan conference itu menunjukkan skripsi terus terbuka lembar pengesahan, ini bukan teknologi tahun 1985,” tegasnya.
Karena itu Rismon berharap agar pada tanggal 15 April mendatang, seluruh misteri yang menyelimuti kasus seputar dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo dapat terkuak.***
Share this article
Diduga terlibat dalam Proyek Strategis Nasional PIK dan Proyek Mobil Nasional Esemka, Joko Widodo kini kembali disorot lantaran Ijazah Palsu