AYOJAKARTA.COM -- Dikenal luas sebagai salah satu lokasi tujuan wisata dan hiburan tanah air, nama Taman Safari Indonesia di Bogor, Jawa Barat tengah jadi sorotan publik.
Bukan karena spesies atau hewan baru sebagai penghuninya, tetapi karena kelompok sirkus di Taman Safari Indonesia diduga terlibat pelanggaran HAM kategori berat.
Sejumlah anggota perkumpulan Oriental Circus Indonesia atau OCI yang biasa mengisi acara sirkus di Taman Safari Indonesia, mengaku sudah mengalami berbagai tindak kekerasan.
Baca Juga: Jawaban Taman Safari Indonesia Soal Dugaan Eksploitasi Mantan Pemain Sirkus OCI: Tidak Ada Kaitannya
Vivi Sumampouw yang sempat melarikan diri dari OCI dan mengubah nama menjadi Vivi Nur Hidayah sebelum menikah, di sebuah siniar mengaku mendapat banyak penyiksaan.
Diadopsi oleh keluarga Manansang dan Sumampau sejak kecil, Vivi yang terpisah dengan orang tuanya sejak kecil telah mengalami beragam jenis penderitaan selama berada di OCI.
Mengalami isolasi sejak kecil, Vivi juga dipaksa bekerja sebagai salah satu anggota sirkus dan mendapat perlakuan tidak menyenangkan.
Sempat melarikan diri dan bersembunyi di rumah seorang kenalan, Vivi justru mendapat lebih banyak penyiksaan dari keluarga Frans yang disebut memiliki saham di Taman Safari.
Ditampar sejak dari dalam kendaraan dan diseret saat memasuki ruang kantor, Vivi juga mengaku sempat disetrum di bagian alat vitalnya karena upaya melarikan diri.
“Saya diseret keluar dari mobil ke kantornya, terus dia ngambil alat setrum, badan saya disetrum terus dia nyodor ke arah kemaluan saya,” kenang Vivi.
Selain dialami oleh Vivi, hal tidak manusiawi yang dilakukan oleh Frans juga dialami oleh perempuan bernama Butet yang tidak mengenali silsilah apapun tentang keluarganya.
Akibat ketahuan menjalin hubungan dengan salah satu karyawan Taman Safari, Butet sempat mengalami pemukulan hingga lengan kirinya patah.
Baca Juga: Siapa Owner Taman Safari Sekarang? Viral Diduga Terlibat Eksploitasi Eks Pemain Sirkus
Bukan sekadar dipukuli, Butet juga mengenang sosok Frans sebagai orang yang sudah membuatnya berpisah dengan anak kandung hingga dua dasawarsa.
Pernah meminta potongan Empal karena merasa lapar, Butet yang saat itu masih usia belasan juga sempat dipaksa memakan kotoran Gajah.
“Saya makan Empalnya satu, Bos langsung jejalin saya kotoran Gajah, saya dipegangin sama pembantunya terus saya dijejelin, sampai saya kumur air sabun,” kenangnya.
Baca Juga: Taman Safari Indonesia Blacklist Satu Keluarga dari Sukabumi yang Keluar Mobil di Zona Flamingo
Bertahun-tahun mengalami penyiksaan, para mantan anggota OCI kemudian mendatangi kantor Komnas HAM untuk meminta keadilan.
Usai menerima laporan dan pengaduan traumatik dari para mantan anggota OCI, Mugiyanto selaku Wakil Menteri HAM langsung melakukan penanganan.
“Kami akan memastikan agar hal serupa tidak lagi terjadi, dan kami akan berkoordinasi dengan lembaga terkait,” tegas Mugiyanto.***

Share this article
Bukan karena spesies atau hewan baru sebagai penghuninya, tetapi Taman Safari Indonesia diduga terlibat pelanggaran HAM kategori berat.