Jawaban Taman Safari Indonesia Soal Dugaan Eksploitasi Mantan Pemain Sirkus OCI: Tidak Ada Kaitannya

Taman Safari Indonesia (TSI) memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap mantan pemain OCI
Taman Safari Indonesia (TSI) memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap mantan pemain OCI

AYOJAKARTA.COM – Taman Safari Indonesia (TSI) memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI).

Isu ini mengemuka setelah sejumlah eks pekerja sirkus OCI Taman Safari Indonesia melaporkan pengalaman pahit yang mereka alami kepada Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam aduan tersebut, para mantan pemain sirkus mengungkap dugaan kekerasan dan eksploitasi yang mereka alami selama berada di bawah pengawasan OCI.

Baca Juga: Bansos April 2025 Cair! Ini Daftar 4 Bantuan yang Mulai Disalurkan, Lengkap Jadwal Lengkap Pencairannya

Beberapa di antaranya bahkan menuturkan pengalaman traumatis yang mereka anggap sebagai bentuk perbudakan modern.

Salah satu mantan pemain, Ida, menceritakan bahwa dirinya pernah jatuh dari ketinggian saat tampil di Lampung.

Ia mengaku tidak segera mendapatkan pertolongan medis, dan baru dibawa ke rumah sakit setelah menahan rasa sakit selama berhari-hari.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya patah tulang yang memerlukan tindakan operasi.

Kesaksian lebih memilukan datang dari Butet, mantan pemain lainnya, yang mengaku pernah dirantai, dipukuli, bahkan dipaksa menelan kotoran gajah sebagai bentuk hukuman.

Ia juga mengaku dipaksa tampil meski tengah mengandung dan akhirnya dipisahkan dari bayinya.

Ironisnya, Butet mengaku tidak mengetahui identitas dirinya sendiri, termasuk nama asli dan asal-usul keluarganya.

Baca Juga: Jadwal Terbaru Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 2 Pasca Diundur BKN, Cek Link Daftar Lokasi dan Tanggal Pelaksanaan

Putri kandung Butet, Fifi, juga turut bersuara. Ia mengungkap bahwa dirinya pernah melarikan diri, namun kembali ditangkap dan mengalami penyiksaan yang lebih parah, mulai dari penyetruman hingga dipasung.

Semua tindakan tersebut, menurut Wakil Menteri HAM Mugiyanto, merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hak dasar manusia, termasuk penghilangan identitas.

Kemenkumham dan DPR Minta Kasus Diusut Tuntas

Menyikapi laporan tersebut, Kementerian Hukum dan HAM menyatakan akan segera memanggil manajemen Taman Safari indonesia guna meminta klarifikasi lebih lanjut.

Di sisi lain, Komisi III DPR RI juga telah angkat suara. Anggota Komisi III, Abdullah, meminta Mabes Polri turun tangan dan menindak tegas siapapun yang terbukti melakukan eksploitasi.

“Kejahatan seperti ini tidak boleh dibiarkan," ujarnya.

Baca Juga: Jadwal Terbaru Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 2 Pasca Diundur BKN, Cek Link Daftar Lokasi dan Tanggal Pelaksanaan

Jawaban Taman Safari Indonesia

Menanggapi tuduhan tersebut, dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber pihak Taman Safari Indonesia dengan tegas membantah keterlibatan mereka.

Tony Sumampau, salah satu pendiri TSI, menilai bahwa pemberitaan tersebut tidak akurat dan mencemarkan nama baik perusahaan.

“Ini tidak ada kaitan dengan Taman Safari, kok dibawa-bawa. Sirkus dan Taman Safari itu entitas berbeda,” ujar Tony.

Tony juga mengklaim bahwa anak-anak yang disebut sebagai korban telah dibesarkan oleh pihaknya sejak bayi.

Ia menyatakan bahwa anak-anak tersebut diambil dari lingkungan rawan, seperti kawasan prostitusi Kalijodo di Jakarta, dan dibesarkan dengan perhatian serta pengasuhan yang layak.

“Kami membesarkan mereka sejak bayi, dengan bantuan suster. Itu bukan hal mudah,” ujarnya.

Baca Juga: 7 HP Realme Terbaik 2025 dari 2 Jutaan hingga Flagship dengan Teknologi Sony LYT-808

Ia menambahkan bahwa Komnas HAM pernah menyatakan bahwa langkah TSI menampung anak-anak tersebut sudah sesuai prosedur, merujuk pada kasus serupa yang terjadi pada tahun 1997.

Melalui pernyataan tertulis, Head of Media and Digital TSI, Finky Santika Nh, juga menegaskan bahwa TSI secara institusional tidak memiliki hubungan hukum atau bisnis dengan eks pemain sirkus OCI.

“Taman Safari Indonesia Group ingin menegaskan bahwa kami tidak memiliki keterkaitan, hubungan bisnis, maupun keterlibatan hukum dengan eks pemain sirkus yang dimaksud,” ujarnya.

Kasus dugaan eksploitasi ini membuka kembali diskusi publik mengenai etika pertunjukan hiburan di Indonesia, khususnya dalam industri sirkus.

Banyak pihak menyerukan perlunya reformasi dan pengawasan ketat terhadap praktik kerja di sektor hiburan, guna memastikan tidak ada lagi pelanggaran HAM yang luput dari perhatian.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Tony Sumampau
# Sirkus OCI
# Taman Safari Indonesia
# HAM
# eksploitasi

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.