AYOJAKARTA.COM - Jagad maya dibuat heboh dengan kabar yang viral baru-baru ini mengenai Tragedi Trisakti akan dihapus dari catatan sejarah Indonesia.
Tentunya kabar ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat terutama para aktivis dan keluarga korban.
Banyak kalangan yang menilai bahwa upaya tersebut merupakan bentuk pengingkaran terhadap sejarah kelam bangsa.
Tragedi Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998 ketika empat mahasiswa Universitas Trisakti yakni Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie tewas ditembak aparat saat melakukan demonstrasi damai menuntut reformasi dan pengunduran diri Presiden Soeharto.
Peristiwa ini menjadi titik balik dalam sejarah Indonesia, memicu gelombang protes yang akhirnya menggulingkan rezim Orba atau Orde Baru.
Para aktivis dan akademisi menilai bahwa penghapusan ini dapat membuka jalan bagi pengulangan pelanggaran hak asasi manusia di masa depan .
Sebagai respons terhadap kabar tersebut maka berbagai elemen masyarakat menggelar aksi yang disebut Menolak Lupa untuk menjaga ingatan kolektif bangsa.
Baca Juga: Kasus TBC Meningkat di Jakarta sejak rencana uji klinis vaksin Bill Gates diumumkan, Netizen: Bakal Ada Pandemi Lagi?
Kegiatan ini meliputi diskusi publik, pemutaran film dokumenter, dan pameran foto yang menggambarkan perjuangan mahasiswa pada masa reformasi.
Tujuannya adalah memastikan bahwa Tragedi Trisakti tetap menjadi bagian dari narasi sejarah Indonesia. Pendidikan sejarah yang komprehensif dan jujur sangat penting untuk membentuk generasi yang kritis dan sadar akan masa lalu bangsanya.
Maka dengan memahami peristiwa seperti Tragedi Trisakti membuat generasi muda dapat menghargai nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Serta agar mencegah terulangnya segala bentuk kekerasan negara terhadap rakyatnya. ***
Share this article
Viral isu Tragedi Trisakti dihapus dari sejarah. Publik protes, aktivis gelar aksi Menolak Lupa demi jaga ingatan kolektif bangsa.