AYO BACA : Di Tengah Pandemi Corona, Ekspor Sarung Produksi Tegal Meningkat
AYO BACA : Dampak Corona, Omzet Penjualan Kain Sutra di Tasik Anjlok 90 Persen
TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Pandemi Covid-19 di Tasikmalaya berdampak pada lesunya dunia usaha. Hal ini berimbas pada banyaknya pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan Catatan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tasikmalaya, sedikitnya ada 1.569 pekerja yang terkena PHK.
Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya Rahmat Mahmuda menuturkan, jumlah itu berdasarkan pendataan selama dua hari, dan berdasarkan laporan dari kelurahan. Rahmat menduga, dimungkinkan jumlah itu bertambah karena masih adanya yang belum terdata.
"Iya ada, berdasarkan dua hari pendataan datanya sekitar segitu. Tapi kemungkinan bakal bertambah dan banyak yang belum terdata, " kata Rahmat melalui sambungan telepon, Senin (6/4/2020).
Langkah yang diambil, kata Rahmat, data pekerja yang terkena PHK selanjutnya dijadikan dasar pengajuan kepada Pemerintah Pusat untuk kartu pra-kerja. Namun selain pekerja, ada juga pengajuan untuk buruh harian yang dirumahkan, driver ojek online dan pelaku UMKM.
"Kita ajukan sebanyak 3.048 kartu pra-kerja kepada pemerintah pusat. Kartu prakerja itu bukan hanya untuk yang kena PHK saja, tapi untuk penanggulangan dampak Covid-19," tambah Rahmat.
Lesunya dunia usaha yang berujung pada PHK ini diakui oleh salah satu pengusaha bordir asal Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Eden Wahyudin (33). Ia terpaksa merumahkan pekerja karena berhenti produksi.
"Ya terpaksa kami lakukan, produksi juga percuma karena susah mengirimkan barang," kata Eden. (Irpan Wahab Muslim)
AYO BACA : Ratusan Hotel di Kota Bandung Tutup Sementara, Ini Penjelasan PHRI Jabar

Share this article
Berdasarkan Catatan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tasikmalaya, sedikitnya ada 1.569 pekerja yang terkena PHK.