10 Mata Uang Terendah di Dunia, Rupiah Salah Satunya?

Mata uang negara terendah di dunia adalah mata uang yang memiliki nilai tukar yang sangat rendah terhadap mata uang negara lain.
Mata uang negara terendah di dunia adalah mata uang yang memiliki nilai tukar yang sangat rendah terhadap mata uang negara lain.

AYOJAKARTA.COM – Mata uang adalah salah satu aspek penting dalam perekonomian suatu negara.

Mata uang tidak hanya menjadi alat tukar, tetapi juga mencerminkan kekuatan dan stabilitas ekonomi suatu negara.

Tetapi, tidak semua mata uang memiliki nilai yang tinggi, beberapa negara menghadapi tantangan dengan mata uang mereka yang memiliki nilai yang rendah.

Mata uang negara terendah di dunia adalah mata uang yang memiliki nilai tukar yang sangat rendah terhadap mata uang negara lain.

Baca Juga: Punya Aura Positif! 5 Tanggal Lahir yang Rezekinya Bikin Takjub, Soal Finansial Sudah Pasti Aman

Berikut adalah daftarnya: 

  1. Rial-Iran

  2. Dong-Vietnam

  3. Kip-Laos

  4. Leone-Sierra Leone

  5. Rupiah-Indonesia

  6. Som-Uzbekistan

  7. Franc-Guinea

  8. Guarani-Paraguay

  9. Shilling-Uganda

  10. Dinar-Iraq

Ini berarti bahwa mata uang tersebut memiliki daya beli yang rendah dan sulit untuk digunakan dalam perdagangan internasional.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mata uang negara-negara ini memiliki nilai yang rendah.

Pertama, kebijakan moneter yang tidak efektif dapat menyebabkan inflasi yang tinggi. Inflasi yang tinggi membuat harga barang dan jasa naik secara signifikan, sehingga daya beli mata uang negara tersebut menurun.

Pemerintah yang tidak mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi dapat menyebabkan nilai mata uang merosot.

Selain itu, ketidakstabilan politik dan ketidakpastian ekonomi juga dapat menyebabkan nilai mata uang negara tersebut menjadi rendah.

Baca Juga: 5 Ciri Kalau Kamu Memiliki Mindset di Atas Rata-Rata, Salah Satunya Menyukai Tantangan

Ketika ada perubahan pemerintahan atau ketidakpastian politik, investor cenderung menarik investasi mereka dan menjual mata uang negara tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan nilai mata uang.

Selain itu, defisit perdagangan yang tinggi juga dapat menyebabkan mata uang rendah. Defisit perdagangan dapat terjadi apabila nilai impor suatu negara melebihi nilai ekspornya.

Jika suatu negara terus-menerus mengalami defisit perdagangan, maka nilai mata uangnya akan cenderung melemah terhadap mata uang negara lain.

Mata uang negara terendah di dunia tidak hanya berdampak pada negara tersebut, tetapi juga pada skala global.

Baca Juga: 4 Alasan Logis Mengapa Kamu Perlu Bersikap Bodo Amat, Biar Gak Gampang Stres

Ketika mata uang negara memiliki nilai yang rendah, produk impor menjadi lebih mahal dan produk ekspor menjadi lebih murah.

Hal ini dapat mempengaruhi perdagangan internasional dan neraca perdagangan suatu negara.

Selain itu, mata uang negara yang rendah juga dapat mempengaruhi pariwisata. Ketika mata uang negara memiliki nilai yang rendah, biaya perjalanan menjadi lebih murah bagi turis asing.

Ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke negara tersebut, yang pada gilirannya dapat meningkatkan penerimaan devisa negara.

Siapa saja negara dengan mata uang terendah di dunia? Berikut datanya dikutip dari Instagram @stockwise.id.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Mata Uang
# Rupiah
# terendah

News Update

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.