AYOJAKARTA.COM - Setelah Pemerintah menutup layanan TikTok Shop, sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang kembali meminta penutupan e-commerce.
Sebagian pedagang di Pasar Tanah Abang menilai, penutupan TikTok Shop tidak berdampak banyak pada pendapatan omset mereka.
Karenanya untuk mengembalikan geliat ekonomi di Pasar Tanah Abang, pedagang meminta hal sama diberlakukan kepada e commerce lainnya sebagaimana TikTok Shop.
Baca Juga: Ditutup Oktober, Benarkah TikTok Shop Bakal Buka Lagi di Momen 11.11? Ini yang Harus Dilakukan
Terkait dengan permintaan tersebut, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberikan tanggapan.
Menurut Zulhas, perkembangan sistem informasi dan perangkat teknologi merupakan hal yang tidak mungkin untuk ditolak.
Untuk itu, Zulhas meminta agar seluruh pedagang konvensional atau penjual offline untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Baca Juga: Ada Isu TikTok Shop Akan Dibuka Lagi Bulan November 2023, Benarkah?
Dengan berdagang secara tradisional dan digital secara bersamaan, Zulhas yakin akan membawa pengaruh baik bagi pendapatan pedagang.
“Itu kan keniscayaan, justru pedagang yang harus belajar online, nanti diatur buat pedagang-pedagang kita,” jelas Zulhas.
Dalam kesempatan berbeda, Zulhas menyebut menutup seluruh e-commerce bukanlah sebuah jalan keluar.
Baca Juga: Rumor TikTok Shop Buka Lagi 10 November 2023, Ini Penjelasan Mendag Zulkifli Hasan!
Karena itu, Mendag mengajak agar seluruh pedagang tidak tangan menyikapi keadaan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Pedagang-pedagang harus mengikuti, selain offline juga online, cuma memang kita tata,” ujarnya.
Sejalan dengan perkembangan zaman serta dampak pandemi, jumlah pelanggan e-commerce memang terus mengalami peningkatan.
Pada tahun 2019, tercatat sebanyak 118,8 juta masyarakat Indonesia telah menggunakan layanan belanja digital.
Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, dimana pada tahun 2022 telah mencapai pelanggan hingga mencapai 178,9 juta.
Di tahun 2023, angka tersebut terus mengalami peningkatan hingga diproyeksikan akan mencapai angka 196,4 juta pelanggan.
Baca Juga: Benarkah TikTok Shop Dibuka Lagi pada 10 November 2023 Mendatang? Cek Faktanya di Sini
Terkait dengan perkembangan jumlah tersebut, pada tahun 2027 diperkirakan jumlah pelanggan belanja digital akan mencapai angka 244,6 juta.
Dari peningkatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan pengguna e-commerce setiap tahunnya mencapai sekitar 15 hingga 20 juta orang.
Sehubungan dengan penutupan TikTok Shop, sejumlah kabar menyebut platform tersebut akan kembali dibuka pada 11 November 2023.
Baca Juga: TikTok Shop Kembali Dibuka 10 November 2023, Benarkah? Simak Faktanya!
Terkait dengan adanya kabar yang masih belum dapat dipastikan tersebut, Zulhas kembali menegaskan bahwa pemerintah akan menyediakan regulasi.
“Kita sekali lagi tidak melarang kita menata, kalau ada yang mau mengurus pemerintah tugasnya melayani,” terang Zulhas.
Karena itu, Zulhas meyakinkan kepada pedagang untuk berkontribusi dan ikut bersaing secara sehat dalam era digital.
“Platform digital itu kan keninscayaan, ini peluang besar sebetullnya,” pungkas Zulhas seperti dikutip Ayojakarta pada Sabtu, 14 Oktober 2023 dari kanal YouTube Kompas TV. ***

Share this article
Terkait adanya kabar yang masih belum dapat dipastikan itu, Zulhas kembali menegaskan bahwa pemerintah akan menyediakan regulasi.