AYOJAKARTA.COM - Apple sedang mengambil langkah strategis yang signifikan dalam pengembangan teknologi chip dengan memperkenalkan dua chip terbarunya, Proxima dan Baltra.
Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana besar Apple untuk mengurangi ketergantungannnya pada pemasok eksternal seperti Broadcom dan Qualcomm.
Proxima, yang dijadwalkan mulai digunakan pada tahun 2025, akan menggantikan komponen Bluetooth dan WiFi yang selama ini dipasok oleh Broadcom.
Chip ini akan diimplementasikan di berbagai produk Apple, mulai dari iPhone hingga perangkat smart home, dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang dipercaya sebagai produsen utamanya.
Selain Proxima, Apple juga sedang mengembangkan chip modem 5G yang akan mengurangi ketegantungan perusahaan pada Qualcomm.
Modem ini direncanakan akan debut pertama kali di iPhone SE 4 dan iPhone 17 Slim atau iPhone 17 Air.
Pengembangan modem internal ini menunjukkan komitmen Apple untuk membangun ekosistem teknologi yang lebih mandiri dan terintegrasi.
Baca Juga: Tips Jitu Mengatasi HP Vivo Mati Total Tanpa Perlu ke Service Center! Ternyata Gampang Banget
Keputusan ini juga diprediksi akan memberikan kontrol lebih besar bagi Apple dalam hal pengembangan produk dan optimalisasi kinerja perangkat.
Chip kedua yang sedang dikembangkan Apple adalah Baltra, sebuah chip yang dirancang khusus untuk pengelolaan AI.
Apple berkolaborasi dengan Samsung dalam pengembangan chip ini, dengan tujuan utama menggantikan chip AI Nvidia yang selama ini dikenal mahal dan memiliki keterbatasan stok.
Baltra diharapkan dapat menghadirkan kemampuan AI yang lebih efisien dan terintegrasi dalam ekosistem Apple.
Baca Juga: Apple Siapkan Kejutan Spesial iPhone SE 4 di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya!
Pengembangan chip AI internal ini juga menunjukkan keseriusan Apple dalam mengembangkan teknologi AI yang lebih canggih untuk produk-produk masa depannya.
Strategi pengembangan chip internal ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal.
Tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi dan performa produk Apple secara keseluruhan.
Dengan mengontrol penuh pengembangan chipnya sendiri, Apple dapat mengoptimalkan integrasi antara hardware dan software, yang pada akhirnya akan menghasilkan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Langkah ini juga dapat memberikan keuntungan finansial jangka panjang bagi Apple dengan mengurangi biaya produksi dan ketergantungan pada fluktuasi harga komponen dari pemasok eksternal.

Share this article
Selain Proxima, Apple juga sedang mengembangkan chip modem 5G yang akan mengurangi ketegantungan perusahaan pada Qualcomm.