AYOJAKARTA.COM – Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua masih belum menunjukkan tanda-tanda cair.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang selama ini rutin mendapatkan bantuan dilaporkan tidak lagi masuk dalam daftar penerima karena adanya perubahan acuan data dari DTKS ke DTSEN.
Berdasarkan pengamatan di aplikasi Si6NG dan pengecekan saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada Jumat (16/5), belum terlihat adanya saldo bansos yang masuk untuk PKH maupun BPNT.
Baca Juga: Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Terakhir 31 Mei, Ini Daftar Siswa yang Masuk SK Nominasi, Kamu?
Beberapa kartu dari berbagai tahun terbitan yang dicek secara langsung juga belum menunjukkan adanya pencairan dana.
Data Baru, Penerima Lama Terancam Dicoret
Perubahan data acuan ke DTSEN membawa dampak signifikan.
Kemensos menyebut bahwa penerima bansos kini diprioritaskan dari Desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat pengeluaran paling rendah.
Ia mengungkapkan bahwa Desil 1 adalah masyarakat termiskin dengan pengeluaran di bawah Rp500.000 per bulan. Mereka menjadi fokus utama program perlindungan sosial.
Menurut data resmi Kemensos, sebanyak 33.139 KPM dari Desil 10 tercatat masih menerima PKH, serta 742.561 KPM dari Desil 5–10 juga masih mendapatkan bansos.
Jumlah ini direkomendasikan untuk dikeluarkan dari program. Sebaliknya, sebanyak 5.287.637 KPM dari Desil 1 yang belum menerima PKH akan dimasukkan sesuai kuota yang tersedia.
Baca Juga: Jual Beli Emas Ternyata Bisa Riba? Ini Penjelasan Menurut Buya Yahya
BPNT dan KIS Juga Alami Pergeseran
Hal serupa terjadi pada program BPNT. Tercatat 105.109 KPM dari Desil 10 dan 592.412 KPM dari Desil 5–10 masih menerima bansos BPNT.
Padahal, 683.934 KPM dari Desil 1 belum pernah mendapatkan BPNT dan kini direkomendasikan sebagai penerima baru.
Sementara untuk bantuan iuran BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS PBI), terdapat 332.237 penerima dari Desil 10 dan 23.380.367 penerima dari Desil 5–10 yang selama ini masih menerima bansos.
Kemensos menyebutkan bahwa 1.898.758 KPM dari Desil 1 dan 2 yang belum menerima KIS akan diusulkan masuk dalam program sesuai kuota.
Baca Juga: Resmi Dilaporkan Jokowi terkait Tudingan Ijazah Palsu, Siapa Sosok Roy Suryo? Ini Deretan Profesi Berpengaruh yang Pernah Dipegangnya
Belum Ada Tanda Saldo Masuk
Hingga berita ini ditulis, terpantau melalui aplikasi SIKS-NG dan pengecekan saldo KKS belum menunjukkan adanya pencairan dana bansos PKH dan BPNT tahap 2.
KKS dari tahun terbitan 2017, 2018, dan 2021 baik yang hanya menerima BPNT maupun kombinasi PKH-BPNT masih menunjukkan saldo Rp500–2.000, artinya belum ada tambahan bantuan masuk.***
Share this article
Kemensos menyebut bahwa penerima bansos kini diprioritaskan dari Desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat pengeluaran paling rendah