AYOJAKARTA.COM - Layanan perbankan milik Bank Syariah Indonesia (BSI) diketahui mengalami gangguan beberapa hari lalu.
Pihak bank terus berupaya memulihkan layanan.
Akibat gangguan ini banyak dari nasabah yang mengeluh dan khawatir akan datanya dicuri.
Adapun penyebab terganggunya layanan BSI ini diketahui karena adanya serangan cyber yang menyebabkan layanan perbankan menjadi terhambat.
Direktur Utama BSI mengungkapan bahwa pihaknya telah menemukan adanya indikasi dugaan serangan cyber yang menyebabkan sistem perbankan terganggu.
"Kami menemukan indikasi adanya dugaan serangan cyber sehingga kami perlu melakukan evaluasi dan juga melakukan temporary switch off ya di beberapa channel untuk memastikan sistem kami aman," ujar Direktur Utama BSI Hery Gunardi, dikutip ayojakata.com dari YouTube tvOneNews, Minggu (14/5/2023).
Terkait dengan dugaan serangan cyber, Hery Gunardi mengatakan bahwa pada dasarnya perlu adanya pembuktian lebih lanjut melalui audit dan juga digital forensik.
Baca Juga: Lagi! Nasabah BSI Keluhkan Gangguan Transaksi Eror, Begini Jawaban dari Pihak Bank
Meski demikian, Hery Gunardi mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait permasalahan dan kendala sistem di BSI.
"Sementara itu, BSI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait," kata Hery Gunardi.
Lebih lanjut, Hery Gunardi mengklaim bahwa sistem informasi dan elektronik BSI baik untuk bank mobile dan ATM BSI sudah bisa digunakan kembali dengan normal.
"Alhamdulilah ya pada hari ini, pada 11 Mei di seluruh layanan cabang RPM dan mobile banking sudah kembali normal dan bisa digunakan oleh para nasabah untuk melakukan transaksi seperti biasanya," tutur Hery Gunardi.
Baca Juga: Viral Nasabah BSI Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah, Saat Komplain Malah Dapat Jawaban Begini
Selain itu, pihak BSI menegaskan bahwa data nasabah tetap aman meski beberapa hari belakangan sistem perbankan mengalami gangguan.
Untuk diketahui, demi memulihkan sistem layanan BSI pihak Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut turun tangan agar mempercepat pemulihan layanan.
Karena hal itu, Direktur Utama BSI pun meminta maaf kepada seluruh nasabah atas kendala dan gangguan layanan yang terjadi.
Ia berjanji akan segera memastikan layanan BSI tetap aman dan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan perbankan untuk ke depannya.***

Share this article
Berikut tanggapan pihak bank terkait layanan BSI yang sempat eror karena serangan cyber, berjanji akan lakukan ini.