Kenaikan PPN 12 Persen Menjadi Pukulan Berat bagi Rakyat, Perlu Adakah Kebijakan Lain?

PPN 12 persen ini melampaui negara-negara dengan pendapatan per kapita lebih tinggi seperti Singapura, Malaysia, dan juga Thailand.
PPN 12 persen ini melampaui negara-negara dengan pendapatan per kapita lebih tinggi seperti Singapura, Malaysia, dan juga Thailand.

AYOJAKARTA.COM -- Kebijakan pemerintah yang menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen sudah menimbulkan kekhawatiran.

Dengan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan PPN tertinggi di ASEAN.

PPN 12 persen ini melampaui negara-negara dengan pendapatan per kapita lebih tinggi seperti Singapura, Malaysia, dan juga Thailand.

Baca Juga: Catat! Ini Rincian Paket Stimulus Ekonomi pada Pemberlakuan PPN 12 Persen Mulai Januari 2025

Meskipun adanya niat baik di balik kebijakan ini, dampaknya terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan tentu patut dipertanyakan.

Kenaikan PPN tersebut diperkirakan akan menambah beban pengeluaran bulanan bagi keluarga miskin, kelompok rentan, dan kelas menengah.

Di tengah melemahnya ekonomi nasional, kenaikan tersebut memiliki potensi memperburuk daya beli masyarakat serta memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan ialah semakin melemahnya sektor manufaktur.

Baca Juga: PPN 12 Persen: Hanya Merek Minyakita, Ini Rincian 3 Golongan Masyarakat yang Dapat Paket Stimulus Ekonomi!

Deindustrialisasi dini telah menyebabkan penutupan pabrik, pengangguran serta terganggunya rantai pasokan.

Kenaikan PPN hanya akan memperparah situasi dan mengakibatkan penurunan konsumsi serta perputaran ekonomi yang jauh lebih lambat.

Jebakan yang ada di lapangan kerja informal juga menjadi perhatian serius.

Sebagian besar angkatan kerja Indonesia ada di sektor informal, maka kenaikan PPN akan menekan usaha kecil dan menengah (UKM).

Baca Juga: Pemerintah Naikkan PPN 12 Persen untuk Barang Mewah! Kebutuhan Pokok Tetap Bebas Pajak

Jika daya beli masyarakat menurun, UKM tentu akan kesulitan bertahan dan mengakibatkan pengangguran massal.

Kelas menengah yang merupakan tulang punggung ekonomi juga akan terancam.

Data menunjukkan adanya penurunan jumlah penduduk kelas menengah dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan PPN ini akan semakin mempersempit daya beli serta mengakibatkan stagnasi ekonomi dan peningkatan ketimpangan.

Baca Juga: PPN 12 Persen: Diskon dan Subsidi Hanya Berlaku 2 Bulan, Faktanya Hampir Semua Barang Alami Kenaikan?

Kapasitas menabung masyarakat juga akan semakin menurun.

Data menunjukkan penurunan tabungan rumah tangga, tetapi konsumsi meningkat tajam.

Kenaikan PPN akan makin memperparah situasi ini yang mengakibatkan masyarakat menguras tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, masyarakat juga akan merasakan kehilangan kemampuan untuk menabung guna keperluan darurat atau investasi.

Baca Juga: Resmi Berlaku 1 Januari 2025, Berikut Daftar Sektor Pangan dan Jasa yang Dikenakan PPN 12 Persen

Kenaikan PPN ini juga diperkirakan akan memicu inflasi, menurunkan konsumsi rumah tangga, dan juga mengurangi output ekonomi.

Hal tersebut memiliki potensi menyebabkan pengangguran massal di sektor ritel, manufaktur, dan juga jasa.

Meskipun pajak adalah sumber pendapatan utama negara, kebijakan perpajakan yang tepat begitu dibutuhkan.

Dalam situasi ekonomi yang ada saat ini, pemerintah harus mempertimbangkan alternatif kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Baca Juga: PPN 12 Persen Resmi Berlaku Januari 2025 tapi Sektor Pangan Ini Dapat Insentif PPN hingga 0 Persen!

Beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan antara lain pajak kekayaan, windfall tax dari sektor tambang dan kelapa sawit, serta pajak karbon.

Kebijakan ini tentu mempunyai potensi untuk meningkatkan penerimaan negara tanpa membebani kelompok miskin serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali atas kebijakan kenaikan PPN 12 persen dan mencari solusi yang lebih adil serta berkelanjutan untuk meningkatkan penerimaan negara.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# ppn 12 persen
# Kenaikan
# Kebijakan

News Update

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.

Teknologi

Axioo Hype AMD X1, Laptop 5 Jutaan dengan Garansi Anti Maling

Laptop Rp5 jutaan Axioo Hype AMD X1 dipuji Deddy Irvan berkat layar IPS FHD, RAM upgradeable, kamera 2MP jernih, backlit keyboard, serta garansi fenomenal Axioo ADP 3 tahun (termasuk kecurian).

Metropolitan

Permudah Akses Perbankan, Rano Karno Instruksikan ATM Bank Jakarta Hadir di Semua Rusun

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

Ekonomi

Pemerintah Mulai Simulasikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Ini Penjelasan Kemensos

Langkah ini merupakan bagian dari uji coba untuk memperkuat sistem distribusi bantuan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.