AYOJAKARTA.COM - Pengamat bisnis sekaligus investor, Raymond Chin, memberikan peringatan keras kepada para pelaku pasar kripto pasca crash besar pada 10 Oktober 2025.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Raymond menilai bahwa arah pasar crypto kini semakin menyerupai kasino digital akibat perilaku investor yang menggunakan leverage atau berutang untuk berinvestasi.
“Walaupun cryptonya sendiri enggak judi, tapi market crypto ke arah kasino digital,” ujar Raymond Chin. Ia menilai crash besar yang terjadi pasca pengumuman tarif 100% oleh Donald Trump terhadap China memperlihatkan betapa rapuhnya struktur pasar kripto saat ini.
Baca Juga: Bennix Ungkap 'Rahasia Konyol' yang Bikin Ekonomi Indonesia Kering Kerontang
Dalam 24 jam, harga aset kripto turun hingga 14–15% dan mencatatkan likuidasi terbesar sepanjang sejarah, sekitar 19 miliar dolar AS hilang dalam sehari.
Raymond menyoroti fakta bahwa 80% volume trading crypto di tahun 2025 berasal dari derivatif dan leverage, bukan dari pembelian aset nyata (spot market).
“Bayangin, 80% lebih orang di pasar crypto sekarang main dengan uang pinjaman. Di aset yang volatil kayak crypto, itu sama aja kayak berjudi,” tegasnya.
Menurutnya, masalah utama bukan pada Bitcoin atau teknologi blockchain itu sendiri, tetapi pada perilaku investor yang tergoda cepat kaya tanpa analisa mendalam.
Baca Juga: Pemprov DKI dan Kemenkeu Sinkronkan Kebijakan Fiskal dan Dorong Pendanaan Kreatif
“Crypto bisa jadi cuan besar kalau kamu sabar dan paham marketnya. Tapi kalau mindset-nya tebak-tebakan, ya itu udah mirip judi,” tambahnya.
Raymond juga mengingatkan agar investor pemula tidak tergoda menggunakan leverage tinggi di platform luar negeri yang tidak diatur.
Ia mencontohkan platform lokal seperti Ajaib Alpha, yang menurutnya lebih aman karena diatur OJK dan BAPPEBTI serta membatasi leverage hingga 25 kali.
Platform semacam ini juga menyediakan edukasi dan analisa pasar, bukan hanya fasilitas transaksi. Sebagai penutup, Raymond menegaskan bahwa inti dari investasi yang sehat adalah belajar dan memahami risiko, bukan sekadar mengejar keuntungan cepat.
Baca Juga: Berani Stop Warisan Aturan Pajak Sri Mulyani, Menteri Keuangan Purbaya Dipuji Bennix
“Yang bikin kripto jadi judi itu bukan asetnya, tapi mindset-nya. Kalau mau aman, pakai uang dingin dan hindari utang untuk investasi,” katanya.
Dengan kata lain, crash 10 Oktober 2025 menjadi pengingat keras bahwa di dunia crypto, yang membedakan investasi dari perjudian bukan koinnya, melainkan cara berpikir para investornya.***

Share this article
Raymond Chin menilai pasar crypto kini mirip kasino digital pasca crash 10 Oktober 2025. Masalahnya bukan di aset, tapi perilaku investor yang pakai leverage dan mindset cepat kaya tanpa analisa.