AYOJAKARTA.COM - Pemerintah kembali menggulirkan program bantuan sosial (bansos) tambahan sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat kurang mampu.
Pada Juni dan Juli 2025, Kementerian Sosial (Kemensos) akan menyalurkan bantuan penebalan untuk penerima manfaat program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan total Rp400.000, yakni Rp200.000 per bulan.
Bantuan ini merupakan bagian dari realisasi bansos triwulan kedua tahun 2025, yang disalurkan bersamaan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT.
Baca Juga: Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Hakim, Capai 280 Persen: Biar Tidak Disogok Koruptor
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan beras sebanyak 10 kg untuk dua bulan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan penyaluran difokuskan ke daerah yang belum mengalami panen demi menjaga stabilitas harga gabah.
Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap Kedua Dimulai
Berdasarkan pantauan terkini, penyaluran bantuan sosial tahap kedua telah berlangsung sejak akhir Mei 2025.
Kemensos mencatat bahwa hingga pertengahan Juni, sekitar 95,5 persen dari total 18,27 juta KPM yang telah menerima bantuan BPNT, dan 10 juta KPM menerima bantuan PKH.
Baca Juga: Rekomendasi 7 HP Terbaik Harga Rp2 Jutaan di Bulan Juni 2025, Salah Satunya Ada Nubia Neo 3 5G
Namun, sekitar 4,5 persen atau 805 ribu KPM masih dalam proses pencairan, terutama karena masih menunggu pembukaan rekening kolektif.
Penyaluran kali ini juga menjadi bagian dari masa transisi penggunaan data penerima bantuan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hal ini dilakukan untuk memastikan bansos lebih tepat sasaran, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.
Pada Kamis, 12 Juni 2025, beredar sejumlah bukti pencairan bansos melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) di Provinsi Aceh.
Di Kabupaten Pidie, terpantau KPM mulai mencairkan bantuan sebesar Rp600.000, yang diduga berasal dari komponen PKH untuk lansia atau penyandang disabilitas. Masih di wilayah yang sama, di Kecamatan Tangse, juga terjadi pencairan dengan nominal serupa.
Bahkan, ada laporan pencairan senilai Rp2 juta yang kemungkinan merupakan gabungan beberapa komponen bantuan dalam PKH, seperti bantuan pendidikan untuk anak sekolah dan bantuan bagi ibu hamil atau balita.
Selain itu, bantuan sebesar Rp500.000 juga terpantau cair untuk komponen anak SMA/SMK. Pencairan bantuan tambahan sebesar Rp400.000 ini ditujukan untuk seluruh penerima BPNT, baik yang hanya menerima BPNT maupun yang juga mendapatkan PKH.
Selain itu, bantuan beras 10 kg yang akan diberikan selama dua bulan ditujukan khusus bagi daerah-daerah yang belum mengalami panen, untuk menghindari penurunan harga gabah dan menjaga kesejahteraan petani lokal.
Tidak seperti periode sebelumnya yang disalurkan secara serentak, bantuan kali ini dilakukan secara bertahap dan mempertimbangkan kondisi wilayah.
Pemerintah ingin memastikan bahwa program bansos dapat berjalan secara adil dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap sektor pertanian.***

Share this article
Pemerintah salurkan bansos tambahan Rp400 ribu & 10 kg beras Juni–Juli 2025 untuk KPM, demi jaga daya beli & stabilkan harga gabah.