AYOJAKARTA.COM - Kehadiran Motorola Razr 60 menandai langkah serius Motorola di pasar smartphone Indonesia.
Perangkat ini menjadi smartphone lipat tipe flip pertama yang dibawa resmi ke Tanah Air, dengan pendekatan yang cukup berbeda dibandingkan kompetitor.
Tech reviewer Deddy Irvan menyebut Razr 60 menawarkan formula unik, terutama dari sisi prosesor yang tidak menggunakan chipset kelas flagship seperti kebanyakan ponsel lipat lainnya.
“Prosesor yang dipakai bukan yang mentok kanan seperti smartphone lipat lain, tapi justru ini menarik karena prosesor kelas menengah seperti ini terasa lebih pas untuk smartphone flip,” ujar Deddy dalam ulasannya di kanal Youtube Jagat Review.
Desain Premium dengan Sentuhan Khas Motorola
Dari sisi desain, Razr 60 tetap membawa identitas khas Motorola. Bagian belakangnya menggunakan finishing vegan leather dengan pilihan warna yang bekerja sama dengan Pantone.
Smartphone ini memiliki dua layar, yakni cover screen 3,6 inci dan layar utama 6,9 inci yang dapat dilipat.
Panel utama menggunakan teknologi LTPO P-OLED dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz.
“Bekas lipatan layar memang masih ada, tapi cukup minim dan sulit terlihat saat digunakan,” kata Deddy.
Motorola juga meningkatkan durabilitas perangkat ini melalui engsel baru berbahan titanium yang diklaim lebih kuat.
Performa Cukup untuk Harian dan Gaming
Di sektor dapur pacu, Razr 60 ditenagai MediaTek Dimensity 7400X, chipset yang dirancang khusus untuk smartphone lipat.
Menurut Deddy, pemilihan chipset ini justru masuk akal karena smartphone flip memiliki ruang pendinginan yang lebih terbatas dibanding ponsel biasa.
“Chipset seperti ini sudah sangat memadai untuk penggunaan sehari-hari tanpa membutuhkan sistem pendingin besar,” jelasnya.
Dalam pengujian benchmark, skor AnTuTu mencapai sekitar 900 ribuan poin.
Beberapa game populer seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends juga masih dapat dimainkan dengan lancar di pengaturan tinggi.
Kamera dengan Moto AI
Razr 60 dibekali kamera utama 50 MP dengan dukungan Optical Image Stabilization serta kamera ultrawide 8 MP.
Kamera ini juga diperkuat fitur Moto AI untuk meningkatkan hasil foto dan video.
“Untuk kondisi terang, stabilizer videonya impresif dan kamera utamanya cukup bisa diandalkan untuk berbagai situasi,” kata Deddy.
Namun ia menilai pengalaman kamera secara keseluruhan belum sepenuhnya setara dengan smartphone flagship non-lipat.
Harga Lebih Terjangkau untuk HP Lipat
Razr 60 hadir dengan RAM 8 GB dan storage 256 GB serta baterai 4.500 mAh yang mendukung fast charging 30W dan wireless charging 15W.
Di Indonesia, smartphone ini dijual sekitar Rp11,9 juta dengan harga promo peluncuran Rp10,9 juta.
“Motorola Razr 60 cocok untuk yang ingin punya smartphone lipat ringkas tipe flip dengan kemampuan memadai tapi harganya masih belum terasa terlalu premium,” ujar Deddy.
Dengan kombinasi desain unik, performa cukup kencang, serta harga yang lebih terjangkau dibanding ponsel lipat lain, Razr 60 berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin mencoba teknologi smartphone lipat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.***
Share this article
Motorola Razr 60 resmi hadir di Indonesia seharga Rp10,9 juta. Ponsel lipat ini pakai chipset Dimensity 7400X, desain vegan leather, dan layar LTPO 120Hz. Pilihan menarik yang lebih terjangkau.