AYOJAKARTA.COM – Bertujuan untuk mengendalikan dan memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi atau kelompok, manipulasi merupakan tindakan tidak jujur.
Karena kecenderungannya yang sangat halus dan tersembunyi, para pelaku manipulasi seringkali memanfaatkan rasa bersalah, ketakutan, atau tanggung jawab korban.
Dapat terjadi dalam setiap bentuk hubungan baik individual maupun sosial, manipulasi menjadi salah satu hal paling membahayakan dan mengancam kesehatan.
Untuk memperkecil ruang gerak dan kesempatan bagi penipu atau manipulator melakukan aksinya, berikut adalah delapan teknik manipulasi yang wajib dipahami, dikutip dari kanal YouTube PsikologiPlus, Rabu, 18 September 2024.
8 Teknik Manipulasi
Jenis pertama manipulasi yang wajib dipahami agar tidak menjadi korban manipulator adalah guilt tripping.
Menggunakan rasa bersalah korban, manipulator biasanya akan mengungkit kebaikan di masa lalu sebagai alat untuk menjerat dan mengambil manfaat.
Gaslighting, merupakan jenis teknik manipulasi yang dimaksudkan untuk menyerang ingatan korban sehingga lebih mudah dipengaruhi atau dikendalikan.
Selain membuat korban meragukan ingatan dan kemampuan diri, teknik ini juga sangat efektif untuk mengacaukan pikiran korban.
Jenis teknik manipulasi selanjutnya adalah playing victim, yaitu berpura-pura menjadi korban dari sebuah situasi yang dibuatnya sendiri.
Selain bertujuan untuk menghindari tanggung jawab dari sebuah tindakan, playing victim juga dapat mengacaukan gangguan ingatan bagi korban.
Love bombing, merupakan jenis teknik manipulasi yang memberikan kesan penuh perhatian dan cinta dalam suatu hubungan namun memiliki tujuan sangat mematikan.
Sering terlihat dan terkesan indah di awal hubungan, manipulator secara perlahan akan mengubah suasana surga menjadi neraka.
Jenis manipulasi kelima yang sering dilakukan seorang manipulator adalah triangulation atau melibatkan orang ketiga dalam suatu permasalahan.
Selain untuk dijadikan sebagai pesaing, teknik ini juga sering dipakai oleh manipulator untuk memperoleh dukungan atau sekutu saat terjadi perselisihan dengan korban.
Jenis manipulasi yang juga banyak diterapkan pelaku manipulasi adalah stone walling atau atau diam sebagai upaya mengendalikan korban.
Perilaku diam atau pengabaian yang ditunjukkan pelaku, akan membuat korban berusaha lebih keras untuk memperbaiki situasi dan kembali terjerat manipulasi.
Jenis manipulasi selanjutnya adalah projecting atau menuduh korban melakukan hal-hal buruk yang sebenarnya merupakan kesalahan pelaku.
Sering disebut dengan menuduh, teknik manipulasi proyeksi akan membuat korban bingung karena harus membuktikan kejujurannya.
Jenis manipulasi kedelapan yang wajib dimengerti adalah minimizing atau meminimalisir suatu permasalahan, baik perasaan atau keputusan.
Selain bertujuan untuk menghancurkan psikis, teknik ini juga efektif dalam mengaburkan situasi atau perasaan serta ingatan korban.***
Share this article
Dapat terjadi dalam setiap bentuk hubungan baik individual maupun sosial, manipulasi menjadi salah satu hal paling membahayakan.