AYOJAKARTA.COM – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta jamin ketersediaan stok air bersih bagi warga Ibu Kota.
Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyatakan bahwa pihaknya telah memantau secara saksama peringatan dini dari BMKG tersebut.

Guna mengantisipasi dampak kekeringan, sejumlah instansi terkait seperti BPBD DKI Jakarta dan PAM Jaya telah disiagakan.
"Benar, Pemprov DKI Jakarta telah memantau prediksi BMKG soal puncak musim kemarau Agustus 2026. Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi bersama BPBD, PAM Jaya, dan stakeholder terkait," ujar Chico Hakim pada Minggu, 5 Juli 2026.
Chico menjelaskan bahwa mayoritas pasokan air baku untuk warga Jakarta berasal dari Waduk Jatiluhur, yakni sekitar 92 persen.
Hingga saat ini, kondisi pasokan air tersebut dipastikan masih terjaga dengan baik.
Selain menjaga ketersediaan di hulu, Pemprov DKI juga memperketat pengawasan distribusi air ke pelanggan.
Untuk wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan, pemerintah telah menyiapkan armada mobil tangki untuk menyuplai air bersih secara langsung.

Sebagai langkah darurat jika musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan, Pemprov DKI tidak menutup kemungkinan untuk melakukan modifikasi cuaca.
"Siap modifikasi cuaca jika kemarau berkepanjangan," tegas Chico.
Meskipun pasokan diklaim aman, masyarakat tetap diminta untuk bijak dalam menggunakan air.
Warga diimbau untuk mulai membiasakan budaya hemat air serta melakukan pengecekan secara rutin terhadap instalasi pipa di rumah masing-masing agar tidak terjadi kebocoran yang sia-sia.
Berdasarkan data BMKG, puncak musim kemarau di Indonesia tahun ini diperkirakan terjadi dalam rentang waktu Juli hingga September 2026. ***
Share this article
Memasuki musim kemarau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta jamin ketersediaan stok air bersih bagi warga Ibu Kota.