AYOJAKARTA.COM – Pemandangan trotoar yang dijadikan tempat tinggal sementara oleh sejumlah warga negara asing (WNA) kembali terlihat di Jakarta Selatan.
Padahal, aparat gabungan sudah sempat melakukan penertiban terhadap para pengungsi di lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan di Jalan Setiabudi Selatan, tepat di belakang kantor Komisioner Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR), sejumlah WNA tampak menggelar tikar di pinggir jalan dan trotoar pada Minggu, 5 Juli 2026.

Mayoritas dari mereka terlihat sedang tidur atau duduk terdiam menunggu.
Meskipun kali ini tidak terlihat adanya tenda darurat, namun tumpukan koper serta galon berisi air bersih tampak berjajar di dekat tempat mereka beristirahat.
Wakil Camat Setiabudi, Rizky Noviana Purnama, mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum.
"Sebelumnya kami sudah melakukan penertiban, namun mereka kembali lagi dan banyak warga yang mengeluhkan aktivitas mereka karena mengganggu ketertiban umum," ujar Rizky.

Menanggapi fenomena tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara.
Ia menegaskan bahwa meskipun urusan pengungsi secara teknis merupakan domain pemerintah pusat, pihaknya memiliki kewenangan dalam menjaga fasilitas kota.
Pramono memberikan peringatan keras bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak akan tinggal diam jika sarana publik digunakan dengan cara yang tidak layak sehingga mengganggu kenyamanan warga Jakarta.
"Kalau kemudian mereka menggunakan fasilitas Pemerintah DKI Jakarta dengan tidak layak (proper), saya tidak segan-segan untuk menertibkan itu. Kami akan segera tertibkan," tegas Pramono di Jakarta Pusat yang dikutip ayojakarta.com pada Minggu, 5 Juli 2026.***
Share this article
tepat di belakang kantor Komisioner Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR), sejumlah WNA tampak menggelar tikar di pinggir jalan dan trotoar pada Minggu, 5 Juli 2026.