10 Perilaku Toxic dalam Membelanjakan Uang, Apakah Kamu Mengalami Salah Satunya, Bagaikan Berharap Pangeran Tampan Menyelamatkan Cinderella

Ilustrasi jenis kepribadian toxic
Ilustrasi jenis kepribadian toxic

AYOJAKARTA.COM – Uang, dalam kebudayaan bukan sekedar alat tukar dalam perdagangan. Ia dalah simbol identitas yang telah melebihi dari fungsi aslinya.

Bahkan, secara satire, uang telah memiliki kepribadiannya sendiri dan akan mengubah siapapun yang berhasil memilikinya.

Nah, dalam artikel ini, akan dibahas 10 perilaku toxic dalam membelanjakan uang yang mungkin kamu sendiri telah mengalaminya.

Baca Juga: Anti Boros! Ini 9 Cara Mengatur Keuangan untuk Pemula yang Wajib Dicoba

1. Cinderella

Cinderella biasanya adalah wanita yang dianggap sebagai "orang miskin yang sopan".

Mereka cerdas dan kreatif, namun tampaknya tidak mampu menghasilkan cukup uang untuk melakukan lebih dari sekadar bertahan hidup.

Cinderella biasanya menghabiskan uang dengan tidak bertanggung jawab karena mereka mengharapkan Pangeran Tampan untuk menyelamatkan mereka.

Kadang-kadang teman atau keluarga dapat menerima mereka atau membantu dengan menyediakan makanan, tempat tinggal, dan kebaikan.

Baca Juga: Tes Psikologi: Kisah Cinderella Dapat Mengungkap Kepribadian Seseorang? Simak Penjelasannya Berikut

2. Si Tukang Tantrum

Sebut saja namanya adalah Dave. Orang tuanya selalu mengeluh bahwa mereka tidak mampu memenuhi kebutuhannya.

“Kami tidak mampu” adalah nyanyian mereka setiap hari. Dave remaja bergaul dengan anak-anak dari keluarga kaya.

Dia menjadi semakin frustrasi karena tidak bisa memiliki apa yang mereka miliki. Dia berpikir, "Saya sama baiknya dengan mereka. Mengapa tidak menghabiskannya?"

Kemarahan Dave terhadap filosofi orangtuanya membawanya pada kehidupan yang penuh dengan pengeluaran yang kompulsif, seakan-akan uang membuat kantongnya bolong.

Baca Juga: Mama Muda Wajib Tahu! Ini 5 Cara Mengatasi Anak Tantrum, Auto Pinter dan Nurut Kaya Si Cipung

3. Barang Bekas

Sebut saja ada anak yang bernama Toni. Dia memenuhi rumahnya dengan berbagai barang, yang semuanya dibeli di toko barang bekas.

Dia beralasan, "Jika saya membeli barang itu, hidup saya akan berubah secara ajaib. Saya hanya menghabiskan $8, bukan $80."

Hasilnya, ia menghabiskan semua uang yang ia tabung untuk menyekolahkan dirinya sendiri.

Toni belajar sikap ini dari ibunya yang juga suka berbelanja, tetapi melarang membeli barang baru.

Baca Juga: Pengalaman Unik dari Hobi Koleksi Barang Bekas

4. Juru selamat

Juru selamat membantu orang lain yang membutuhkan.

Sebut saja seseorang yang bernama Olivia, menyumbangkan warisan karena dia tidak bisa menahan diri untuk membantu orang-orang yang mengalami nasib buruk.

Keluarganya mendidiknya untuk percaya bahwa altruisme itu penting.

Orang yang baik memberi kepada mereka yang membutuhkan, tetapi karena dia diam-diam percaya bahwa dia tidak pantas merasa lebih baik daripada kebanyakan orang, dia tidak mengurus kebutuhannya terlebih dahulu.

Baca Juga: Ini Perilaku Aneh yang Sering Ditunjukkan Seorang Psikopat, Nomor 4 Paling Gampang Dilihat!

5. Pencari status

Orang-orang ini menggunakan uang untuk membuat orang lain terkesan.

Terkadang mereka berasal dari keluarga miskin dan menghabiskan uang secara kompulsif untuk menciptakan kehidupan yang tidak pernah mereka miliki.

Misalnya seorang yang bernama Debby, merasa bahwa ia membutuhkan pakaian mahal karena ia berpacaran dengan seorang pria yang gaya hidupnya termasuk pergi ke tempat-tempat yang trendi.

Dia harus berpenampilan menarik agar bisa diterima.

Debby berkhayal bahwa kartu kredit bukanlah uang sungguhan, dan karena masih ada uang tunai di rekening banknya, ia bisa menagih sebanyak yang ia inginkan.

Baca Juga: Cara Sederhana Mengetahui Suasana Hati Seseorang Melalui Perilaku menurut Psikologi, Fokus dengan Mengamati Perbuatan Bukan Mendengar Perkataan!

6. Anak ajaib

Sebutlah pasangan bernama Gail dan Gary, yang gemar pesta.

Ketika mereka menghadapi kebangkrutan, Gail bertanya kepada Gary apa yang harus mereka lakukan.

Dia menjawab, "Mari kita bertahan dan berdoa kepada Tuhan."

Anak Ajaib lebih suka menyangkal kenyataan dan membayangkan bahwa masalahnya akan terselesaikan dengan sendirinya dengan cara yang luar biasa atau ajaib.

Pasangan ini memiliki mentalitas "Saat kapalku datang", meskipun mereka suka hidup dan menghabiskan waktu seolah-olah kapal mereka sudah berada di pelabuhan.

Baca Juga: 7 Kata Ajaib yang Bisa Membentuk Karakter Positif pada Anak, Dijamin Bikin Orang Tua Bangga, Yuk Biasakan!

7. Sang pemberani

Ada seseorang yang bernama Richard, memiliki bisnis yang sukses dan senang menjalani hidup di atas angin.

Dia membeli rumah yang mahal dan secara umum menikmati gaya hidup yang mewah.

Karena kecanduannya pada sensasi, dia menahan napas setiap bulan ketika gajiannya jatuh tempo, karena takut tidak memiliki cukup uang untuk membayar karyawannya.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Tengkorak Atau Siput? Gambar Pertama yang Dilihat Ungkap Kamu Sosok Pemberani atau Penakut

8. Boneka

Seorang anak bernama Sybil dibesarkan dalam keluarga kaya di mana para wanita menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk melakukan pekerjaan yang baik di masyarakat dan hidupnya menyenangkan.

"Saya pikir dua kata pertama yang saya pelajari adalah charge," katanya.

Keluarganya memperlakukan perempuan seperti anak-anak, memberi mereka uang saku, dan tidak pernah mengajari mereka tentang investasi, penghasilan, atau bertindak secara bertanggung jawab dengan uang.

Akibatnya, saat ini Sybil bangkrut, tidak berdaya, dan depresi.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Kamu Memiliki Ketajaman Visual yang Baik? Coba Temukan Boneka Salju Tersembunyi di dalam Gambar Ini

9. Anak yang serakah dan membutuhkan

Seorang gadis bernama Marie tidak merasa dicintai sebagai seorang anak.

Ketika dia tumbuh dewasa dan mulai menghasilkan uang, dia menjadi ibu yang memanjakan yang tidak pernah dia miliki.

Ketika dia merasa membutuhkan secara emosional, dia bertindak serakah dan menghabiskan uangnya untuk dirinya sendiri, menuruti keinginannya untuk makanan mewah dan sepatu mahal.

Akibatnya, dia berjuang melawan makan berlebihan dan pengeluaran kompulsif.

Baca Juga: Apakah Secara Psikologi Psikopat Benar-benar Bahagia? Kesaksian Penyintas Psikopat Tentang Kesenangan Orang Lain Membangkitkan Rasa Iri dan Serakah

10. Anak nakal yang manja

Sebut saja Diane yang sangat suka berbelanja.

Ketika dia kehabisan uang atau merasa terlalu bersalah untuk menagih, dia terkadang mengutil barang-barang kecil karena keinginannya begitu kuat sehingga dia merasa tidak berdaya untuk mengatakan tidak.

Orang tua Diane memperlakukannya seperti seorang putri dan tidak pernah mengatakan tidak padanya.

Baca Juga: Sering Dianggap Nakal, 4 Kebiasaan Ini Justru Tanda Anak Pintar Lho, Ternyata Suka Berantakin Mainan Itu Baik

Tidak hanya bisa memiliki apa pun yang diinginkannya, orang tuanya juga memberikan pakaian dan mainan kepadanya bahkan sebelum ia bisa memintanya.

Ibu Diane seperti ibu peri yang luar biasa, menghasilkan hal-hal yang indah dan mengantisipasi keinginannya. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# perilaku toxic
# membelanjakan uang
# Cinderella

News Update

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.