AYOJAKARTA.COM - Akun TikTok @tedtoks mengunggah satu potongan pendek ceramah Fuschia M. Sirois, seorang profesor psikologi dari Durham University, Inggris.
Ceramah itu tentang sebuah kebiasaan yang mungkin pernah atau sering kamu lakukan: menunda-nunda.
Menurut profesor Sirois, menunda-nunda suatu pekerjaan bukan berarti menghindari suatu tugas, melainkan menghindari emosi negatif yang kita kaitkan dengan suatu tugas.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung melebih-lebihkan betapa buruknya perasaan mereka ketika berada dalam situasi yang menantang.
Perkiraan emosi yang salah itu bisa menjadi awal dari penundaan.
Misalnya saat kamu mendapatkan tugas untuk membuat makalah dari salah satu mata kuliah, kamu membayangkan betapa tidak enaknya perasaanmu saat menulis makalah.
Nah, bayanganmu tentang kesulitan itulah yang menjadi pemicu untuk menunda penulisan makalah.
Ketika sampai pada menit-menit terakhir, barulah kamu mengerahkan segenap potensi yang kamu miliki untuk menyelesaikan makalah tersebut.
Baca Juga: Kepribadian Dominan Seseorang Berdasarkan Golongan Darah: Tipe A Konsisten dan Setia Kawan, Kalau B…
Hasilnya sudah bisa ditebak, makalah tidak optimal dan banyak celah yang harus direvisi.
Lantas, bagaimana cara untuk mengatasi masalah penundaan ini?
Menurut profesor Sirois, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bersikap pemaaf dan penuh kasih sayang terhadap pelaku penundaan bisa menjadi solusi yang efektif.
Ini bisa dilakukan jika si korban mau menceritakan permasalahannya kepada orang lain yang bisa memberikan motivasi untuk mengalahkan pikirannya.
Dalam kasus ini misalnya atasan, baik dosen atau bos di perusahaan, yang berperan sebagai motivator.
Memaafkan dan mengasihi menanggapi penundaan sebenarnya efektif untuk mengurangi penundaan dan meningkatkan motivasi seseorang untuk meningkatkan diri dan mencapai tujuannya.
Jadi, kalau kamu suka menunda-nunda pekerjaan, itu mungkin tandanya kamu kurang kasih sayang dari atasan kamu.
Kalau kamu berada dalam posisi atasan, salah satu indikator kamu adalah atasan yang kurang pemaaf dan kurang kasih sayang adalah banyaknya bawahanmu yang suka menunda pekerjaannya sampai menit-menit terakhir!.***

Share this article
Kamu termasuk suka menunda-nunda pekerjaan? Ternyata itu termasuk tanda kurang kasih sayang lho, begini penjelasannya menurut psikolog.