AYOJAKARTA.COM - Pada bulan suci Ramadan, bagi penderita diabetes, berpuasa membutuhkan perhatian ekstra terhadap kesehatan mereka.
Dokter Rara dari Alodokter memberikan sejumlah tips untuk menjalani puasa dengan aman bagi penderita diabetes, dengan penekanan pada pengaturan pola makan, asupan cairan, aktivitas fisik, konsumsi obat, serta pemantauan gula darah.
Pengaturan pola makan yang tepat sangatlah penting
Pastikan tidak melewatkan sahur untuk memastikan cadangan energi selama berpuasa. Makanlah secara teratur, dengan porsi yang kecil tapi lebih sering, yakni saat sahur, berbuka, dan makan malam.
Baca Juga: Trik Psikologi: 5 Cara Jadi Fakboi Berkelas, Dijamin Bikin Cewek Naksir dan Klepek-klepek Sama Kamu
Hindari menunda berbuka puasa untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil
Kontrol porsi makan agar tidak berlebihan baik saat sahur maupun berbuka.
Lalu pilihlah makanan yang kaya serat seperti nasi merah, gandum, sayur, dan buah untuk menahan rasa lapar lebih lama, sementara batasi makanan berminyak, manis, dan tinggi karbohidrat seperti gorengan, makanan manis, nasi putih, dan roti tawar.
Pastikan juga asupan cairan yang cukup
Pastikan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secukupnya, dan hindari minuman manis serta berkafein yang dapat memicu dehidrasi.
Aktivitas Fisik yang terukur juga diperlukan
Kurangi aktivitas fisik yang berlebihan untuk menghindari kelelahan yang dapat berujung pada hipoglikemia. Tetaplah berolahraga dengan melakukan aktivitas ringan seperti jalan kaki atau jogging dengan intensitas 15-30 menit, dan jika merasa lelah atau mengalami gejala hipoglikemia, segera istirahat dan hentikan aktivitas fisik.
Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter sangatlah penting
Konsultasikan dengan dokter mengenai jadwal konsumsi obat agar sesuai dengan jadwal makan selama puasa, dan patuhi petunjuk dokter dalam mengkonsumsi obat secara rutin.
Pemantauan gula darah yang rutin tidak boleh diabaikan
Periksa gula darah secara teratur, baik di rumah maupun di fasilitas kesehatan, beberapa kali sehari. Jika gula darah kurang dari 70 mg/dL atau lebih dari 300 mg/dL, segera batalkan puasa dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Dokter Rara juga menegaskan pentingnya mengenali gejala hipoglikemia seperti pusing, sakit kepala, lemas, jantung berdebar-debar, keringat dingin, gemetar, atau merasa seperti akan pingsan. Apabila mengalami gejala tersebut, segera batalkan puasa dan periksakan diri ke dokter.
Pentingnya konsultasi dengan dokter minimal dua bulan sebelum berpuasa juga disarankan untuk memastikan kondisi tubuh siap menjalani puasa dengan aman. Dengan mengikuti tips ini, diharapkan penderita diabetes dapat menjalani ibadah puasa dengan aman dan nyaman

Share this article
Pada bulan suci Ramadan, bagi penderita diabetes, berpuasa membutuhkan perhatian ekstra terhadap kesehatan mereka.