AYOJAKARTA.COM – Nama Aiman Adi Witjaksono atau lebih dikenal publik dengan nama Aiman merupakan sosok jurnalis yang cakap dalam melakukan investigasi.
Aiman Witjaksono yang lahir pada 8 Juli 1978 memiliki gelar akademik sebagai seorang Sarjana Teknik serta Master of Science.
Gelar Sarjana Teknik Aiman Witjaksono ia peroleh dari STT Telkom, sedangkan S-2 nya ia dapatkan dari Universitas Indonesia.
Baca Juga: Ferdy Sambo Ngaku Menyesal Usai Skenario yang Terlanjur Berantakan, Nama Kapolri Ikut Disebut
Pada Oktober 2022 lalu, Aiman memutuskan untuk meninggalkan Kompas TV yang sudah membesarkan namanya.
Pria yang sejak kecil senang berorganisasi ini, semasa kuliah ikut bergabung dalam wadah Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI.
Kemampuannya dalam bidang investigasi, didapatkan setelah mengikuti Program Fellowship IVLP dari pemerintah Amerika Serikat.
Cita-citanya sebagai anggota TNI kandas karena usahanya mendaftar di Kodam Jaya Cililitan tidak mendapat restu dari sang Ibu.
Baca Juga: Sah Mengaku Menyesal dan Bersalah, Inilah 6 Penyesalan Ferdy Sambo!
Selain sibuk sebagai jurnalis, Aiman masih menyempatkan diri untuk mengisi mata kuliah sebagai dosen tamu di sejumlah universitas.
Meski dikenal publik sebagai seorang muslim, tidak banyak yang mengetahui proses panjang yang dilakukan Aiman hingga sampai menentukan keyakinan.
Semasa remaja, Aiman yang senang mempelajari ilmu-ilmu sains dan fisik serta biologi mulai melakukan pengamatan.
“Dimana posisi Tuhan?” Aiman muda yang menyukai metode berpikir logis dan universal kemudian mempersempit pencarian.
Aiman yang sebelumnya berpikir luas tentang makrokosmos, mulai mengamati peristiwa-peristiwa kecil yang terjadi di dalam dirinya.
Baca Juga: Mau Bayar Hutang Puasa Ramadhan Tapi Lupa Jumlahnya? Ini Kata Buya Yahya
“Di kulit kita begitu kompleks, bahkan hingga detik ini seluruh yang ada di dalam tubuh belum terpecahkan oleh ilmu kedokteran,” jelas Aiman.
Fakta bahwa penelitian tentang tubuh manusia belum tuntas adalah kerumitan dan ketidak-tahuan peneliti ketika menghadapi penyakit anomali atau langka.
Dengan terus merasakan pengalaman diri yang mendalam, Aiman kemudian berhasil menemukan titik tolak dalam pergolakan batinnya.
Lebih lanjut Aiman mempersilakan setiap orang untuk menentukan cara-cara mengimani Tuhan beserta ajaran-Nya.
Dalam proses yang kemudian membuatnya menentukan Islam sebagai keyakinan, Aiman mengakui banyak melakukan observasi.
Ketertarikan Aiman pada alam semesta serta kata-kata yang kemudian ia padukan dengan kitab suci membuat Aiman yakin dengan pilihannya.
“Soal matematika Al-Quran, mungkinkah itu terjadi 1400 tahun lalu, itu yang menggugah logika saya,” terang Aiman. ***

Share this article
Aiman Witjaksono tumbuh menjadi sosok yang senang berorganisasi ini, semasa kuliah ikut bergabung dalam wadah Himpunan Mahasiswa Islam.