AYOJAKARTA.COM – Kuat Maruf diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 9 Januari 2023.
Dalam sidang Kuat menjelaskan alasan mengapa menjadi orang terakhir yang mengakui skenario buatan Ferdy Sambo.
Padahal terdakwa lainnya sudah mengakui skenario Ferdy Sambo, hanya Kuat Maruf yang tetap kukuh tidak menyampaikan kepada penyidik.
Awalnya jaksa bertanya tentang momen Ferdy Sambo meneleponnya untuk berkata jujur kepada penyidik.
“Kenapa saudara sampai harus ditelepon oleh Ferdy Sambo, memangnya apa yang ditanyakan oleh penyidik sampai anda tidak mau menjawab itu bagaimana?” tanya jaksa, dikutip dari siaran Kompas TV, Kamis, 12 Januari 2023.
Menanggapi hal tersebut Kuat Maruf mengatakan bahwa dirinya ditelpon untuk mengakui skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo tentang tembak menembak.
Tak hanya itu saja, ia juga menyampaikan bahwa dirinya terpaksa tidak berkata jujur, tidak mau menjawab pertanyaan saat itu ke penyidik karena rasa takutnya kepada atasannya.
“Ya takut sama Bapak lah (Ferdy Sambo),” ujar Kuat Maruf.
Jaksa menegaskan kembali tentang janjinya kepada Ferdy Sambo apakah sampai sekuat itu sehingga tetap menutupi kebenaran dari penyidik.
“Iya lah saya takut sama Bapak (Ferdy Sambo),” kata Kuat.
Jaksa sampai dibuat heran, pasalnya penyidik sudah memberitahukan bahwa Kuat Maruf bahwa dirinya menjadi orang terakhir yang belum mengakui skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
“Anda sudah diberitahukan oleh penyidik? Dan tetap nggak ngaku?” tanya jaksa memastikan.
“Udah diberitahukan, nggak ngaku,” jawab Kuat Maruf.
“Kuat banget ya sama kayak orangnya ya memegang janji,” ujar jaksa heran sambil tertawa.
Menanggapi hal tersebut, supir pribadi Ferdy Sambo menuturkan bahwa dirinya dirinya tidak mau jadi orang yang berkhianat kepada Ferdy Sambo.
“Ya intinya saya tidak mau jadi orang penghianat,” jelas Kuat Maruf.
Ditanya apa yang ditanyakan oleh penyidik pada saat itu, Kuat Maruf kemudian menceritakan awal mula dirinya diberikan pertanyaan dan diperiksa terkait kematian Brigadir Yosua.
Baca Juga: Momen Kuat Maruf Curhat Berkata Jujur tapi Disebut Bohong: Kadang-Kadang Saya Enek
Ia menjelaskan bahwa dirinya melakukan kesalahan di awal pemeriksaan karena tidak paham sehingga langsung menceritakan peristiwa di Magelang, Jawa Tengah.
Menurut Kuat Maruf, awalnya penyidik menanyakan tentang KTP serta alamat dan meminta dirinya untuk menulis, tetapi ia beralasan masih gemetaran sehingga yang menulis dari pihak penyidik.
Setelah itu ia diminta untuk menceritakan peristiwa yang terjadi. Tanpa berpikir panjang ia langsung menceritakan peristiwa di Magelang.
Dalam pengakuannya, Kuat Maruf memiliki salah dengan Brigadir Yosua ketika di Magelang, sedangkan pada penembakan di rumah Duren Tiga dirinya tidak tahu akan salahnya.
“Karena saya yang punya salah sama Yosua itu di Magelang, kalau soal Duren Tiga kan saya salahnya apa,” jelas Kuat Maruf.
“Betul karena di otak saya salahnya di Magelang,” tambahnya.***

Share this article
Dalam sidang Kuat Maruf jelaskan mengapa menjadi orang terakhir yang mengakui skenario buatan Ferdy Sambo. Sebut punya salah sama Yosua.