AYOJAKARTA.COM – Sidang kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal, Kuat Maruf, serta pasangan suami istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, masih bergulir di meja hijau Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Babak baru sidang Ferdy Sambo sebagai salah satu dari 5 terdakwa terkait pembunuhan Brigadir J terungkap oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dikutip melalui video yang beredar di kanal Youtube Kompas TV oleh ayojakarta.com pada 12 Januari 2023, Ferdy Sambo akhirnya mengaku salah dan menyesal. Persidangan ditutup dengan penuh emosi yang tertahan oleh Ferdy Sambo.
Baca Juga: Tangisan Putri Candrawathi Seakan Tanpa Arti, Berbagai Pihak Tetap Pertanyakan Kenapa Tak Visum
Ferdy Sambo, dalam sidang pada 10 Januari 2023 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, akhirnya menutup sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa dirinya dengan ungkapan rasa menyesal dan bersalah.
Hal ini disampaikan saat Hakim Wahyu Iman Santoso memberikan waktu untuk Ferdy Sambo sebelum Hakim Wahyu mengetuk palu menutup sidang.
"151 hari saya ditahan, emosi saya menutup logika. Saya merasa bersalah dan menyesal," buka ungkapan penyesalan Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo mengungkapkan bagaimana emosinya membuatnya bertindak jauh hingga menyeret orang-orang di sekitarnya, seperti keempat terdakwa lain dan anak-anaknya.
Pertama, ia menyesal kepada keluarga korban, karena telah menghilangkan nyawa anak kebanggan keluarga korban, yaitu Brigadir J.
"Saya minta maaf, saya menyesal kepada keluarga korban," terang mantan Kadiv Propam tersebut.
Kedua, Ferdy Sambo juga menyesal kepada Richard Eliezer karena perintah hajarnya yang jadi menembak Brigadir J.
"Saya akan bertanggung jawab untuk itu," terang Sambo.
Baca Juga: Chuck Putranto Diam-diam Sembunyikan CCTV Tanpa Sepengetahuan Ferdy Sambo: Beliau Sensitif Soal CCTV
Selanjutnya, ia mengucapkan penyesalan kepada sang istri, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf yang terlibat skenarionya di Duren Tiga, Jakarta Selatan hingga membuat mereka menjadi terdakwa.
Keempat, Ferdy Sambo mengucapkan penyesalan kepada Kapolri, Institusi Polri, dan rekan sejawat dimana ia merasa menjatuhkan citra kepolisian, dan membuat beberapa rekan sejawatnya tersandung kasus hukum.
"Saya menyesal, saya membuat citra Polri turun," kata suami dari Putri Candrawathi.
Baca Juga: Waduh! Hard Gumay Ramal Presiden Indonesia 2024, Sebut Ada 3 Sosok yang Mantau: Bapak Ini Stalking
Kelima, ia mengucapkan penyesalan kepada Presiden Joko Widodo serta masyarakat Indonesia. Sorotan masyarakat terhadap kasus ini, secara jujur membuat Ferdy Sambo malu dan menyesal.
Terakhir, diikuti dengan isak tertahan, Ferdy Sambo menyatakan penyesalan terdalam kepada Istri, Putri Candrawathi, dan anak-anaknya, yang akhirnya harus sendirian mencapai cita-citanya.
"Istri dan anak-anak saya sendiri, capai cita-citanya," terang Ferdy Sambo sambil menahan tangis.
Diketahui, putri sulung Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Trisha Eungelica Ardyadana Sambo baru-baru ini lulus sidang skripsi untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran, yang mana ia unggah melalui media sosial Instagramnya.
Tampak foto-foto perayaan sesaat setelah sidang selesai dimana ada potret Trisha bersama teman-teman, termasuk ada sosok anak kecil diduga Arka, adik bungsu dari Trisha, ikut foto bersama sang kakak.***

Share this article
Ada 6 penyesalan Ferdy Sambo dibalik pengakuannya menyesal dan bersalah atas kasus pembunuhan Brigadir J. Ada sosok anak sulungnya Trisha