AYOJAKARTA.COM - Perkembangan teknologi informasi saat ini juga menjadi salah satu faktor tumbuh kembangnya anak.
Tidak dapat dipungkiri perkembangan zaman yang terus bergerak membuat para orang tua harus selalu bersinergi dengan anak, khususnya anak di usia bangku sekolah.
Pentingnya Soft skill yang merupakan kemampuan dasar yang dimiliki seseorang agar orang lain dapat menilai cara seseorang tersebut dan kemampuan ini bisa diasah saat masih di sekolah.
Baca Juga: Wajib Catat! Inilah Daftar 21 Wilayah Pesisir Indonesia yang Diprediksi BMKG Alami Banjir Rob
Perkembangan zaman yang begitu pesat membuat kehidupan di masyarakat pun berubah drastis.
Banyak sekali tuntutan kehidupan yang harus dipenuhi orang-orang, baik dalam kehidupan rumah tangga, dunia pendidikan, maupun lingkup pekerjaan.
Dalam dunia professional, ada banyak keterampilan yang harus dimiliki seseorang termasuk ke dalam hard skill dan soft skill.
Hard skill adalah keterampilan yang bisa dipelajari, terukur, dan umumnya berkaitan dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki seperti kemampuan mengoperasikan komputer atau memiliki keahlian desain.
Sementara itu soft skills merupakan ragam kemampuan dasar yang dimiliki manusia untuk bersosialisasi.
Kebutuhan soft skills sangat penting terutama dalam dunia pekerjaan karena sangat berkaitan dengan cara seseorang menghadapi pekerjaan tersebut seperti dalam hal berkomunikasi atau pun berpikir kritis untuk mencari solusi. Maka dari itu, alangkah baiknya seseorang tersebut bisa melatih soft skills saat masih di sekolah.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah 10 soft skills yang harus dimiliki dan dilatih oleh seseorang termasuk saat masih di jenjang sekolah menengah.
1. Manajemen Waktu atau time management
Seseorang yang profesional pasti memiliki kemampuan mengatur waktu yang baik. Menjadi sosok yang menghargai waktu akan sangat berharga di mata orang lain.
Datang terlambat maupun menyelesaikan tugas melebihi deadline akan sangat mempengaruhi penilaian seseorang. Meskipun seseorang tersebut sibuk dengan kegiatan lain, sosok yang tahu manajemen waktu akan menunjukan sikap profesional dan disiplin. Kemampuan ini harus dibiasakan sejak sekolah agar tidak terkejut saat memasuki ranah pekerjaan,
Skill ini dapat diasah dengan berbagai cara. Salah satunya dengan rutin membuat agenda waktu alias timeline, baik dalam rentang waktu seminggu atau sebulan.
2. Cara Komunikasi atau communication
Orang lain dapat menilai sosok manusia dengan mudah saat melihat cara dia berkomunikasi. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa manusia harus tetap berkomunikasi di kehidupan sehari-hari.
Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Terlebih jika orang tersebut harus berbicara di depan umum. Tidak jarang orang tersebut menjadi grogi dan panik ketika harus berbicara ke banyak orang. Bukan hal yang buruk jika seseorang mau melatih kemampuan berkomunikasi sejak bangku SMA karena lawan bicara nantinya pasti akan memiliki pemikiran yang setara.
Cara meningkatkan skill komunikasi bisa dimulai dengan berbicara dua arah. Carilah lawan bicara yang sepadan dan cobalah untuk menjadi pendengar yang baik dan memberi respon yang tepat. Mintalah pendapat dari lawan bicara apakah tanggapan yang diberikan sudah sesuai dan tidak menyakiti perasaan.
3. Kemampuan Beradaptasi atau adaptability
Adaptasi adalah salah satu kemampuan penting lainnya. Hal ini karena manusia pasti akan menghadapi fase kehidupan yang berbeda-beda dengan lingkungan yang berbeda juga. Jika di sekolah, bisa terjadi ketika mengikuti kepengurusan dalam organisasi atau kepanitiaan acara sekolah.
Alangkah lebih baik jika seorang tersebut dapat membaur dengan cepat ketika memasuki lingkungan baru. Pelajarilah pola kehidupan lingkungan baru tersebut secara perlahan. Mungkin akan terasa berat di awal karena memang mebutuhkan waktu untuk penyesuaian diri.
4. Kemampuan Bekerja Sama atau teamwork
Skill yang satu ini merupakan tindak lanjut dari kemampuan beradaptasi. Ketika seseorang tersebut berhasil membaur dengan lingkungan kerja yang baru, dia harus bisa melakukan kerja sama tim.
Kemampuan ini, secara tidak sadar, sudah dipelajari sejak bersekolah. Siswa di sekolah pasti pernah merasakan yang disebut kerja kelompok. Terlebih jika siswa tersebut aktif berorganisasi, maka kemampuan ini dapat terasah dengan baik.
Meskipun setiap orang memiliki beban kerja masing-masing, tidak jarang ada juga tugas yang harus diselesaikan secara kelompok. Hal ini menuntut seseorang tersebut untuk menurunkan egois agar pekerjaan tersebut bisa selesai dengan baik. Belum lagi, hal ini juga bisa menjadi penilaian tim atau divisi yang mendapat tugas.
5. Pemikiran Kritis atau critical thinking
Berpikir kritis harus dimiliki oleh seorang profesional dalam dunia pekerjaan maupun siswa yang masih duduk di bangku sekolah. Sosok tersebut akan dianggap memiliki wawasan yang luas ketika berhasil memecahkan masalah.
Kemampuan untuk berpikir kritis dapat dilatih dengan berbagai cara. Membaca buku atau berita akan sangat membantu untuk memperdalam pengetahuan berbagai topik. Hal ini akan memudahkan ketika dalam pekerjaan menghadapi berbagai jenis masalah.
6. Etos Kerja atau work ethic
Semangat kerja yang baik mencerminkan sosok pekerja yang didambakan oleh setiap perusahaan. Tidak mungkin perusahaan akan merekrut calon pekerja yang malas.
Dalam dunia pendidikan, kemampuan ini bisa dilihat ketika murid tersebut mendapat banyak tugas. Murid yang teladan pasti tetap akan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan. Sebaliknya, pribadi yang tidak memiliki etos kerja yang baik akan mengabaikan tugas dan lebih banyak mengeluh.
Maka dari itu, memiliki etos kerja yang baik merupakan hal yang wajib ketika memasuki ranah pekerjaan. Sosok yang profesional akan sangat dihargai apalagi mampu menjaga semangat terlepas dari beban kerja yang diberikan.
Baca Juga: Siap Hadapi Potensi Hujan Ekstrem, BMKG dan BRIN Lakukan Modifikasi Cuaca dengan Metode TMC
7. Kepemimpinan atau leadership
Sosok yang tegas terkadang diperlukan dalam lingkungan profesional. Hal ini berguna untuk mengetahui batasan-batasan dalam pekerjaan.
Contoh lainnya ketika atasan atau pemimpin tim tidak hadir, maka harus ada sosok yang mampu menggantikan. Selain itu, seseorang yang punya jiwa kepemimpinan akan terlihat tegas dan berani mengambil keputusan sehingga membuang waktu.
Dalam ranah pendidikan menengah, sosok pemimpin biasanya tercermin dari sosok ketua kelas. Selain itu, jiwa kepemimpinan juga bisa diasah ketika mampu mengurus tugas kelompok dengan baik. Hal ini bisa juga menjadi nilai tambah ketika masuk organisasi di sekolah.
8. Kemampuan Bertanggung Jawab atau responsibility
Sosok yang profesional tidak akan lari dari tanggung jawab. Mungkin hal itu sering terdengar di telinga masyarakat.
Hal ini merupakan salah satu hal wajib untuk menunjukan tingkat profesionalisme seseorang. Di sisi lain, perusahaan juga tidak ingin pekerjanya tidak menyelesaikan tugas yang diberikan. Maka dari itu, kemampuan bertanggung jawab merupakan hal penting baik untuk kehidupan bermasyarakat dan juga dunia pekerjaan.
Dalam dunia pendidikan, tanggung jawab siswa dapat dilihat ketika mampu menyelesaikan tugas baik secara individu ataupun kelompok. Lebih jauh, tanggung jawab siswa yang sebenarnya adalah ketika mampu menyelesaikan studinya.
9. Manajemen Emosi atau self-control and self-motivation
Sosok yang mudah emosi tentunya tidak akan banyak disukai orang. Sebaliknya, orang lain akan senang bergaul dengan sosok yang mampu mengontrol diri.
Begitu juga ketika seorang siswa bercengkrama dengan teman sebaya. Sangat baik jika murid tersebut mampu mengontrol emosi karena tidak jarang terjadi konflik dan permasalahan lainnya saat di sekolah. Selain itu, hal ini juga bagus untuk menghindari perpecahan di dalam kelas.
10. Peka Terhadap Sekitar atau situational awareness
Memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar merupakan nilai tambah bagi manusia. Masyarakat akan sangat menghargai sosok yang memiliki sikap simpati dan empati yang baik.
Hal ini juga dibutuhkan ketika masih di bangku sekolah. Seseorang harus bisa memiliki rasa simpati dan empati terutama ketika ada teman sekelasnya yang memiliki masalah atau saat sakit. Jika tidak demikian, tentunya murid tersebut akan mengalami kesusahan sendiri karena tidak tahu informasi yang terjadi dengan lingkungan kelas.
Selain itu, memiliki simpati dan empati yang baik juga akan berdampak pada diri sendiri. Jika seseorang tersebut mampu menghargai orang lain, maka dia juga akan dihargai. Sebaliknya, jika dia tidak mampu berempati dengan baik, tidak menutup kemungkinan bahwa dia akan terabaikan di sekitarnya.
Founder dan CEO PLC, Ajeng Naya Anindita mengatakan, semakin pentingnya memiliki soft skills dalam kehidupan ini, tidak jarang banyak orang yang kesulitan ketika memasuki dunia pekerjaan.
“Alangkah lebih baik jika seseorang dapat memiliki kemampuan-kemampuan tersebut lebih awal termasuk saat masih sekolah. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa soft skills dapat dilatih sejak dini. Seseorang dapat melatih kemampuan tersebut ketika mengikuti organisasi maupun kepanitiaan ketika menempuh pendidikan, katanya di Jakarta, (28/12/2022).
Bahkan, hal tersebut juga membuat banyak lembaga mengadakan seminar maupun pelatihan peningkatan soft skills bagi pekerja maupun siswa-siswi di sekolah.
Salah satu lembaga yang mampu menaungi kebutuhan soft skills adalah PLC (Pioneer Learning Center).
PLC hadir di masyarakat sebagai lembaga bimbingan belajar pertama di Indonesia dengan konsep yang menggabungkan antara pendidikan akademis dan soft skills.
Terletak di Kawasan Grand Galaxy City, Bekasi, PLC memiliki visi untuk mewujudkan pendidikan yang unggul, kreatif dan berkarakter. Atau kunjungi di [website PLC](belajardiplc.com).
PLC tentunya menawarkan beberapa program dalam kelas pengembangan diri seperti kelas komunikasi (public speaking), kelas kepemimpinan (leadership), dan kelas kerja sama (teamwork).

Share this article
Pentingnya Soft skill merupakan kemampuan dasar yang dimiliki seseorang agar orang lain dapat menilai cara seseorang dan kemampuannya