AYOJAKARTA.COM - Platypus adalah salah satu hewan yang sangat unik, memiliki kemampuan untuk hidup di dua lingkungan yang berbeda, darat dan air.
Saat peneliti pertama kali menemukan platypus, mereka awalnya mengira hewan ini merupakan hasil ciptaan manusia atau bahkan hewan percobaan manusia.
Hal ini menunjukkan betapa uniknya penampilan platypus.
Baca Juga: Waktu Pendaftaran Peserta Capres-Cawapres Kian Mepet, Ganjar-Prabowo Ada Rencana Duet?
Platypus dikenal karena memiliki mulut yang menyerupai paruh bebek, sehingga sering disebut "duckbill."
Hewan berbulu ini biasanya berwarna coklat dan memiliki masa hidup yang bisa mencapai 20 tahun.
Satu hal yang menarik, platypus adalah mamalia asli Australia timur dan dapat ditemukan di pulau Tasmania.
Dalam hal makanan, platypus adalah pemakan invertebrata (hewan tak miliki tulang punggung), tetapi juga bisa memakan kodok, ikan, dan serangga di permukaan air.
Meskipun mereka tidak memiliki gigi, platypus memiliki bantalan gerinda yang memungkinkan mereka untuk menggiling makanan dengan baik.
Baca Juga: Contoh Tema untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Spiritual dan Religius
Yang lebih unik lagi, platypus tidak memiliki perut, sehingga makanan langsung masuk dari kerongkongan ke usus.
Kaki mereka dilengkapi dengan selaput, memudahkan mereka berenang di dalam air, tetapi kaki ini kurang praktis saat berada di darat.
Selaput di antara jari-jari kaki membuat mereka kesulitan berjalan di darat, sehingga mereka harus berjalan dengan mengepalkan jari-jari mereka.
Berikut fakta menarik dari platypus dilihat Ayojakarta.com dari YouTube @Alam Semenit.
1. Paruh platypus mengandung elektroreseptor yang dapat mendeteksi sinyal listrik dari saraf dan jantung mangsa. Ini juga dimiliki oleh mamalia bertelur lainnya, seperti echidna.
2. Platypus adalah salah satu dari hanya dua mamalia yang bertelur di dunia, yang lainnya adalah echidna. Meskipun mereka bertelur, platypus menyusui anak-anaknya melalui pori-pori di perutnya, bukan melalui puting.
3. Platypus memiliki racun di kakinya, tetapi hanya yang jantan. Racun ini dikeluarkan melalui jalu (taji) di kakinya, mirip dengan ayam. Racun biasanya hanya aktif selama musim kawin.
4. Sayangnya, platypus terancam punah dan di Australia, mereka dilindungi oleh undang-undang. Hewan ini tidak boleh dijadikan hewan peliharaan dan hanya boleh ditangkap untuk penelitian ilmiah. Hal ini karena mereka terdaftar sebagai hewan yang terancam punah, sehingga perlindungan mereka sangat penting.

Share this article
Berikut fakta menarik dari platypus, salah satu hewan yang sangat unik, memiliki kemampuan untuk hidup di dua lingkungan