AYOJAKARTA.COM - Ketika berkumpul dengan teman-teman sepenongkrongan, kadang kita saling membandingangkan list musik yang ada di smartphone.
Ada yang suka musik jadul semisal dari band Procol Harum, ada yang mengumpulkan lagi era 1980-an di playlist mereka, ada pula lagu dari penyanyi-penyanyi mutakhir dengan genre yang beraneka pula.
Dilansir dari web Psychology Today, ada beberapa faktor psikologis utama yang mendasari preferensi musik masyarakat.
Baca Juga: Terbongkar! Inilah Penyebab Tertundanya Pencairan Bansos BLT MRP Rp600 Ribu
Motif identitas
Salah satu ciri penting dari diri kita dapat diwakilkan oleh selera terhadap musik, film, seni, kopi, dan pakaian.
Kita cenderung tertarik pada gaya musik yang memvalidasi persepsi diri kita dan kita mengkomunikasikan hal itu kepada orang lain.
Misalnya, mendengarkan musik rock dapat mengkomunikasikan pandangan bahwa seseorang itu keras dan kuat.
Sisa-sisa kenangan
Kesukaan kita terhadap musik biasanya terbentuk pada masa akhir remaja dan bertahan hingga dewasa.
Musik yang didengarkan pada masa kanak-kanak dan remaja menciptakan kenangan yang lebih tahan lama dibandingkan musik yang didengar pada usia lainnya.
Manajemen suasana hati
Orang-orang lebih menyukai gaya musik yang mendukung suasana hati atau keadaan emosi mereka.
Misalnya, mendengarkan musik yang lembut dapat membantu menjaga suasana hati yang tenteram.
Konteks
Orang-orang lebih menyukai konten pendengaran yang melengkapi aktivitas yang rutin mereka lakukan.
Misalnya, preferensi masyarakat cenderung berubah berdasarkan waktu.
Kebanyakan orang mendengarkan musik yang syahdu di malam hari menjelang tidur, tetapi musik yang lebih keras di siang hari saat berada di tempat kerja.
Baca Juga: Habis Lebaran Mau Ganti Kerjaan? Kartu Prakerja Buka Loker Copy Editor! Lamar Yuk?
Saat berolahraga, orang lebih menyukai musik yang ceria dan menggebu.
Efek paparan
Eksposur membentuk preferensi musik kita. Kita cenderung lebih suka dengan musik yang paling sering kita dengar.
Paparan musik yang didengarkan orang tua kita pada saat kita masih kecil akan membentuk kesukaan kita pada musik jenis tertentu
Seperti indoktrinasi, paparan berulang adalah bentuk pengkondisian mental yang dapat meningkatkan kesukaan terhadap sesuatu.
Ciri kepribadian
Preferensi musik mengungkapkan informasi berharga tentang karakter seseorang. Kita lebih menyukai musik yang sesuai dengan kepribadian kita.
Orang yang murung akan menyukai musik dengan nada-nada rendah, orang yang kreatif lebih menyukai gaya musik yang tidak konvensional, dan orang yang ceria menyukai musik-musik yang energik dan hidup.
Setiap orang mencari genre musik yang mencerminkan dan memperkuat aspek kepribadian mereka.
Intinya, kita tertarik pada gaya musik yang memperkuat kebutuhan psikologis kita sekaligus menjadi media mengekspresikan dorongan psikologis kita.
***

Share this article
Ketika berkumpul dengan teman-teman sepenongkrongan, kadang kita saling membandingangkan list musik yang ada di smartphone.