AYOJAKARTA.COM -- Gen Z dan Milenial diprediksi akan menghadapi tantangan keuangan yang serius dalam beberapa dekade mendatang akibat fenomena Doom Spending.
Istilah Doom Spending merujuk pada pola pengeluaran impulsif dan berlebihan sebagai respons terhadap perasaan cemas, stres atau ketidakpastian tentang masa depan.
Meskipun tampak sebagai solusi instan untuk meredakan tekanan finansial jangka panjang, ternyata Doom Spending bisa jadi masalah yang serius.
Menurut pakar ekonomi, Doom Spending adalah perilaku yang semakin banyak ditemukan di kalangan generasi muda, terutama di tengah tekanan hidup yang terus meningkat.
Inflasi, harga rumah yang tinggi dan ketidakpastian ekonomi global membuat banyak orang dari generasi ini merasa pesimis tentang masa depan mereka.
Kombinasi ini memicu kecenderungan untuk menghibur diri melalui belanja konsumtif, sering kali dengan menggunakan kartu kredit atau pinjaman online tanpa mempertimbangkan dampak keuangan jangka Panjang.
Baca Juga: Mental Gen Z Paling Lemah! Apa Iya? Simak Faktanya…
Mengapa Doom Spending Merusak?
Doom Spending dianggap berbahaya adalah karena perilaku ini dapat dengan cepat mengakibatkan masalah hutang yang serius.
Banyak generasi muda saat ini telah bergulat dengan hutang Pendidikan, mereka berisiko terjebak dalam siklus yang sulit diatasi.
Ketika belanja impulsif ini menjadi kebiasaan, mereka mengabaikan pentingnya menabung atau berinvestasi untuk masa depan yang dapat berdampak negatif pada stabilitas keuangan jangka Panjang.
Baca Juga: Gen Z Merapat! Ini Tips Memilih Jurusan Kuliah Untuk Kamu...
Sosial media juga berperan besar dalam memperparah masalah tersebut.
Platform seperti Instagram dan TikTok sering menampilkan gaya hidup glamor yang membuat tekanan untuk mengikuti tren semakin kuat.
Bagi banyak generasi muda, membelanjakan uang untuk produk yang mahal atau pengalaman unik dianggap sebagai cara untuk meraih validasi sosial dan meredakan kecemasan, meskipun kondisi keuangan sebenarnya tidak mendukung.
Dampak Jangka Panjang
Jika Doom Spending terus berlanjut, dampaknya bisa sangat merusak.
Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah Unik Paling Cocok untuk Gen Z, Apa Saja?
Menurut laporan dari beberapa Lembaga keuangan, baik gen Z atau milenial kemungkinan besar akan menghadapi masalah pension yang serius di masa depan.
Mereka cenderung tidak menabung dengan cukup atau tidak memiliki investasi yang cukup kuat untuk menopang kehidupan setelah pensiun.
Tingginya biaya hidup dan kemungkinan suku bunga juga akan semakin membatasi kemampuan generasi tersebut untuk meraih stabilitas finansial.
Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah Unik dengan Prospek Karier Menjanjikan di Masa Depan, Dijamin Cocok Buat Gen Z!
Menghindari Doom Spending
Untuk menghindari terjebak dalam Doom Spending, para ahli menyarankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan, terutama di kalangan generasi muda.
Memahami cara mengelola anggaran, menabung dan berinvestasi merupakan Langkah awal yang penting.
Selain itu, membatasi penggunaan media sosial yang memicu gaya hidup konsumtif serta belajar mengendalikan dorongan belanja impulsif juga sangat membantu.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan masalah ini, diharapkan gen Z dan milenial dapat mulai membuat keputusan keuangan yang lebih bijak serta membangun pondasi keuangan yang lebih stabil.
Doom Spending mungkin terlihat sebagai solusi sementara untuk mengatasi kecemasan, namun dalam jangka Panjang, hal ini menjadi penyebab utama ketidakstabilan finansial bagi generasi tersebut.***

Share this article
Gen Z dan Milenial diprediksi akan menghadapi tantangan keuangan yang serius dalam beberapa dekade mendatang akibat fenomena Doom Spending.