AYOJAKARTA.COM – Menjadi sorotan usai namanya disebut dalam ajang debat cawapres, publik mulai menggali lebih dalam sosok Thomas Lembong.
Selain dikenal sebagai mantan Menteri Perdagangan di periode awal Presiden Jokowi, peran Thomas Lembong sebagai Penulis pidato kenegaraan kemudian terbongkar.
Mendapat peran baru sebagai Co-Captain di Timnas Amin, Tom Lembong juga terbilang familier dengan kehidupan kaum muda generasi Z.
Hal tersebut terungkap dari adanya deretan nama penyanyi semisal Raisa, Afgan serta Taylor Swift di dalam daftar putar lagu-lagu kesukaan pribadinya.
Menurut Tom, irama yang teratur dari sebuah genre musik memiliki pengaruh tersendiri bagi kecerdasan dan emosional pendengarnya.
Namun demikian, Thomas Lembong mengaku juga memiliki daftar putar lagu khusus yang didengarkan setiap kali sedang menulis.
Dengan memutar lagu-lagu berirama khusus tersebut, Tom mengaku konsentrasinya ketika menulis menjadi lebih terdongkrak.
Baca Juga: Cara Buka Rekening Bank Online BRI dengan Mudah dan Praktis, Pakai BRImo
“Kalau saya lagi harus konsentrasi, itu dengerin lagu yang intrumental saja, jadi ada playlist untuk menulis,” ungkap Thomas.
Disamping memiliki sejumlah daftar putar lagu khusus dalam menulis, Thomas Lembong belum lama ini juga memberikan wejangan khusus bagi kaum muda.
Menurut Tom, salah satu kendala yang sering dihadapi oleh kaum muda saat ini adalah kegagalannya dalam move on atau Gamon.
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam sebuah obrolan santai Thomas Lembong memberikan wejangan untuk bisa dipraktikkan oleh kaum muda.
Perasaan sedih atau tidak menyenangkan yang dialami seseorang karena suatu hubungan atau peristiwa, menurut Tom harus dihadapi dengan keberanian.
“Kalau saya pribadi malah akan usul agar jangan melupakan, justru kita harus hargai memori-memori indah dan buruk,” ungkapnya soal move on.
Ingatan tidak menyenangkan dan kenangan indah, menurut Tom Lembong merupakan salah satu kunci untuk bisa terus menapaki masa depan.
Perasaan sakit yang datang dari pengalaman atau kenangan buruk, menurut Tom perlu tetap disimpan agar bisa dijadikan sebagai pelajaran.
“Kenangan baik dan buruk jangan dilupakan, dan percayalah dengan waktu akan keluar hikmahnya,” imbuh Tom.
Baca Juga: Alvin Lim: Potong Kuping Saya Mahfud MD Tidak Akan Bisa Jadi Cawapres, Coba Lihat Saja!
Dengan berbekal hikmah tersebut, Tom yakin akan menjadikan seseorang justru tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang jauh lebih bijaksana dari sebelumnya.
Kegagalan seseorang untuk menjadi versi diri yang terbaik, menurut Tom diawali oleh kuatnya penolakan atas sebuah peristiwa tidak menyenangkan.
Kemampuan seseorang dalam menerima kenyataan dan keadaan, akan berbuah kebijaksanaan.
“Setiap hubungan itu memperkaya kita, meskipun tidak ada yang selama-lamanya, karena itu memperdalam karakter kita,” pungkas Tom.

Share this article
Mendapat peran baru sebagai Co-Captain di Timnas Amin, Tom Lembong juga terbilang familier dengan kehidupan kaum muda generasi Z.