LOS ANGELES, AYOJAKARTA.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, justru mengancam aksi para demonstran yang mengecam kematian George Floyd. Trump melalui akun resmi twitternya mengatakan polsii setempat tidak becus mengendalikan massa hingga terjadi insiden pembakaran kantor polisi oleh para demonstran.
AYO BACA : Polisi Ikut Kecam Penangkapan yang Tewaskan George Floyd , Tapi Malah Tidak Berkesan
Dalam siaran langsung TV AS, para demonstran terlihat meneriaki aksi penangkapan Floyd yang penuh tindakan rasis kepada kaum kulit hitam, Massa juga membakar jaket polisi Minneapolis karena marah. Beberapa polisi bahkan membidikkan senjata kepada para demonstran. Sementara personel polisi lainnya mengamankan para staf untuk diselamatkan.
AYO BACA : Wali Kota Minneapolis Kecam Tindakan Polisi yang Cekik George Floyd
Atas hal yang tidka kondusif oleh massa itu, Trump mengancam jika masih berdemo dan rusuh, ia akan mengirim bala bantuan untuk mengamankan aksi demonstran. Bukan hanya mengamankan, Trump akan menindak para demonstran tersebut.
"Saya tidak bisa tinggal diam menyaksikan salah satu kota terhebat Amerika, Minneapolis, mengalami hal ini. Ini karena kurangnya rasa kepemimpinan Jacob Frey (Wali Kota Setempat) lemah. Jika tidak bisa mengendalikan, say akan kirim pengaman nasional untuk menyelesaikannya,"cuit Trump.
Kemarahan massa terjadi ketika video polisi yang menangkap Floyd menindih leher Floyd dengan lutut selama 9 menit hingga Floyd tak bergerak. Tiga polisi lainnya yang ikut dalam penangkapan hanya terdiam. Video tersebut viral hingga membuat masyarakat marah dan berbuat anarkis.
AYO BACA : Amerika Lakukan Investigasi untuk Kematian George Floyd

Share this article
Jika tidak bisa mengendalikan, saya akan kirim pengaman nasional untuk menyelesaikannya