JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Kesehatan Jerman mengkonfirmasi tiga kasus baru penularan wabah virus corona telah ditemukan di wilayah Bavaria. Temuan ini menambah jumlah total pasien terjangkit corona di Jerman menjadi empat kasus.
Tiga pasien baru "terhubung" dengan yang pertama ditemukan di Jerman, yang telah diverifikasi pada hari Senin (27/1/2020) lalu.
Dilaporkan Deutsche Welle, orang pertama telah tertular penyakit dari seorang kolega dari China yang telah mengunjungi daerah itu untuk lokakarya perusahaan seminggu yang lalu.
Laki-laki berusia 33 tahun itu bersama koleganya di Asia selama acara pelatihan.
Presiden Kantor Begara Bagian LGL untuk Kesehatan dan Keamanan Pangan, Andreas Zapf mengatakan, perempuan yang menularkan virus ini berasal dari Shanghai dan baru mulai mengalami gejala selama penerbangan pulang dari Jerman pada Kamis lalu.
Menjelang perjalanan bisnis ke Bavaria, perempuan itu bertemu dengan orangtuanya, yang sedang berkunjung dari Wuhan, pusat penyebaran wabah mematikan itu. Menurut otoritas kesehatan, ada anggota staf lain yang bekerja di pemasok suku cadang mobil Webasto yang rentan tertular virus corona.
"Ada total sekitar 40 karyawan yang telah ditentukan telah melakukan kontak dengan perempuan itu (China). Mereka yang terkena dampak akan diuji pada hari Rabu sebagai tindakan pencegahan," kata otoritas kesehatan setempat dalam keterangan resminya.
Dalam sebuah pernyataan resmi, perusahaan Webasto yang mempekerjakan perempuan China itu mengatakan telah menghentikan semua perjalanan bisnis ke dan dari China, setidaknya untuk dua pekan ke depan.
Seorang Jurubicara dari pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Jerman Institut Robert Koch kepada AFP, mengatakan bahwa kasus Jerman ini tampaknya menjadi contoh pertama 'penularan dari manusia ke manusia' yang terjadi di luar Asia.
Vietnam dan Jepang pun masing-masing telah melaporkan adanya seorang pasien yang positif mengidap virus corona tanpa bepergian ke China.
Sedangkan perempuan China yang baru saja menularkan virus terhadap laki-laki Jerman tersebut, langsung mendapatkan perawatan medis sekembalinya ke negeri tirai bambu.

Share this article
Seorang Jurubicara dari pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Jerman Institut Robert Koch kepada AFP, mengatakan bahwa kasus Jerman ini tampaknya menjadi contoh pertama 'penularan dari manusia ke manusia' yang terjadi di luar Asia.